Akses Transportasi Terkendala, DPRD Kaltim Soroti Pariwisata Berau

Senin, 15 September 2025
Pulau Maratua di Kabupaten Berau jadi destinasi wisata unggulan yang perlu didukung pula akses transportasi. (Istimewa)

BAIT.ID – Kabupaten Berau sudah lama dikenal sebagai daerah dengan segudang destinasi wisata unggulan. Namun, pesona alam itu belum sepenuhnya ditopang manajemen transportasi yang memadai. Akibatnya, baik pengelola wisata maupun wisatawan kerap dirugikan.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan. Ia menyoroti khususnya akses penerbangan menuju Pulau Maratua yang hingga kini masih kerap dikeluhkan. “Ini harus jadi perhatian. Kalau perlu maskapainya dipanggil, karena jadwal penerbangan yang tidak konsisten dan sering berubah. Padahal memakai pesawat jelas lebih menghemat waktu,” tegas politisi PDIP itu.

Baca juga  Amunisi Lokal Borneo FC Siap Bersaing Rebut Starting

Menurut Ananda, kepastian penerbangan ke Bandara Maratua akan berdampak langsung pada geliat pariwisata. Kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, diyakini akan meningkat. Efisiensi waktu dan biaya pun akan semakin terasa. “Kalau wisatawan ramai, otomatis Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” tambahnya.

Ananda juga berencana meminta Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim turun tangan untuk memberi solusi terhadap persoalan transportasi tersebut.

Baca juga  Saring 306 Usulan Pokir, DPRD Kaltim Prioritaskan Sektor Dasar dan Efisiensi Anggaran

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan tren pariwisata masih tumbuh positif. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat 9.674.967 perjalanan wisatawan lokal. Angka ini naik 28,44 persen dibanding periode sama tahun lalu yang berjumlah 7.532.837 perjalanan.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan secara bulanan terjadi sedikit penurunan. Pada Juli 2025, jumlah perjalanan mencapai 1.394.593 atau turun 2,45 persen dibanding Juni 2025. “Namun bila dibanding Juli 2024, kenaikannya masih signifikan, yakni 33,64 persen,” ujarnya. (csv)

Baca juga  Dorong PAD Kaltim, Semua Sektor Pajak Harus Bergerak Bersama
Bagikan