Menyibak Jejak Aji Galeng: Buku yang Menghidupkan Kembali Sejarah Paser dan Kutai

Jumat, 19 September 2025
Menyibak Jejak Aji Galeng: Buku yang Menghidupkan Kembali Sejarah Paser dan Kutai

BAIT.ID – Sejarah sering kali terkubur di balik arus modernisasi. Namun upaya menghadirkan kembali ingatan kolektif itu terasa nyata lewat terbitnya buku “Aji Galeng: Penjaga Negeri Peletak Peradaban”.

Karya ini lahir dari tangan Bambang Arwanto, Ketua Yayasan Aji Galeng. Menariknya, penulis bukan sekadar pengamat, melainkan keturunan langsung generasi kelima Aji Galeng dengan gelar Kakah Demong Agung Nata Kusuma Diningrat.

Buku ini membawa pembaca menelusuri figur Aji Galeng, seorang bangsawan kharismatik yang menjadi titik temu antara Paser dan Kutai. Ia bukan hanya tokoh politik di masanya, melainkan juga penjaga kawasan Telake-Balik, wilayah strategis yang kini terbagi dalam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Baca juga  Banyak Lahan di Kaltim Tumpang Tindih dan Tak Terurus, DPRD Minta Pemprov Bertindak Cepat

Peluncuran karya ini di Gedung Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Selasa, 18 September 2025 pagi, mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Dari Kesultanan Gunung Tabur Berau, Sultan Aji Raden Muhammad Bahrun menilai buku ini sebagai pengingat kolektif tentang persatuan yang pernah terjalin.

“Semoga generasi mendatang tak lupa bahwa raja-raja di tanah ini dulu bersatu. Belanda memang sempat memecah belah, tapi melalui buku ini, kita diingatkan kembali akan pentingnya persaudaraan,” ucapnya.

Baca juga  Menara Pandang Banjarmasin, Spot Terbaik Menikmati Keindahan Kota Seribu Sungai

Nada serupa datang dari Hasanuddin, Pemangku Dewan Adat Kesultanan Sambaliung Berau. Baginya, tokoh Aji Galeng adalah representasi semangat kepemimpinan yang relevan hingga kini. “Peran beliau di wilayah Paser sangat besar. Tugas kita memastikan spirit itu diwariskan ke anak-anak muda,” tuturnya.

Sementara itu, Drs. Andi Syahrasad Datuk Palawarukka dari Kedaton Pamana Kesultanan Wajo menegaskan bahwa buku ini lebih dari sekadar dokumen sejarah. “Karya ini adalah bekal penting agar warisan leluhur tak hilang ditelan zaman,” katanya.

Baca juga  Seleksi Direksi BUMD Kaltim Berjalan, 72 Peserta Lanjut Uji Kelayakan

Membaca buku “Aji Galeng: Penjaga Negeri Peletak Peradaban” seperti membuka kembali album lama yang hampir terlupakan. Di balik kisah-kisah tentang perjuangan dan persatuan, terselip pesan moral tentang pentingnya menjaga kebersamaan. Bukan hanya bagi Paser dan Kutai, tetapi juga sebagai fondasi dalam membangun IKN peradaban baru di Bumi Etam yang tetap berakar pada sejarah. (csv)

Bagikan