BAIT.ID – Sungai Karang Mumus (SKM) memiliki peran vital sebagai salah satu anak Sungai Mahakam dalam mengendalikan banjir di Samarinda. Namun, menjaga kebersihan sungai ini bukan perkara mudah. Sejak satu dekade terakhir, hadir Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) yang konsisten mengajak warga peduli pada lingkungan sungai.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengapresiasi kiprah GMSS-SKM yang dinilai sangat membantu pemerintah. Ia menegaskan, menjaga kebersihan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Pemkot perlu dukungan dari semua elemen masyarakat, komunitas, organisasi, pihak swasta, hingga pelajar,” ucap Saefuddin.
Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada para aktivis GMSS-SKM yang telah berkomitmen menjaga SKM selama 10 tahun terakhir. Menurutnya, gerakan ini bukan hanya simbol, melainkan langkah nyata yang memberi dampak langsung bagi lingkungan.
Selain dukungan moral, Pemkot Samarinda melalui dinas terkait juga menyiapkan berbagai fasilitas kebersihan, mulai dari aturan teknis, sarana pengelolaan sampah, hingga kapal pengangkut sampah di SKM.
Sementara itu, Ketua sekaligus pendiri GMSS-SKM, Misman, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak. Sosok yang dikenal sebagai pegiat lingkungan ini pernah meraih penghargaan Kalpataru 2023 kategori Perintis Lingkungan berkat dedikasinya menjaga ekosistem SKM, sekaligus mendirikan GMSS-SKM dan Sekolah Sungai Karang Mumus (SeSuKaMu).
“Saya berharap kolaborasi ini bisa terus berjalan dan memberi manfaat nyata bagi pelestarian lingkungan, khususnya SKM,” ungkap Misman. (csv)








