Siswa Belajar Musik Gambus Langsung dari Maestro di Taman Budaya Kaltim

Selasa, 23 September 2025
Acara pembukaan belajar musik gambus kepada siswa sekolah menengah di Samarinda. (istimewa)

BAIT.ID – Bagi sebagian pelajar, gambus mungkin terdengar asing, bahkan dianggap alat musik tua yang mulai terlupakan. Namun suasana berbeda tampak di Taman Budaya Kaltim pada Senin 22 September 2025. Di tempat ini, instrumen tradisi kembali hidup, dimainkan dengan penuh semangat oleh generasi muda yang belajar langsung dari ahlinya.

Para maestro musik gambus hadir membimbing peserta. Mereka tidak hanya diajarkan cara memetik senar, tetapi juga mengenal proses pembuatan hingga menelusuri sejarah salah satu warisan budaya Bumi Etam. Interaksi langsung antara siswa dan maestro menciptakan pengalaman belajar yang tak sekadar teori, melainkan menyelami ruh seni itu sendiri.

Baca juga  Power Steering Elektrik: Kenali Gejala Awal Sebelum Rusak Parah

Ada tiga tiga narasumber utama, antara lain Juwita, penampil gambus perempuan di Kaltim. Kemudian ada Asril Gunawan, Etnomusikolog Universitas Mulawarman yang membingkai gambus dalam sejarah dan ilmu; serta Syarifuddin atau Katal, seniman lokal yang menghidupkan tradisi lewat pengalaman panjangnya.

Semua itu terangkum dalam program Belajar Bersama Maestro Musik yang digelar UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim. Kegiatan berlangsung pada 22–25 September 2025 dengan tema “Seni Musik Gambus: Memahami Permainan, Pembuatan dan Sejarah”.

Baca juga  Amparan Tatak, Kuliner Khas Samarinda Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Plt Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Herdiansyah, yang membuka acara, berpesan agar peserta memanfaatkan kesempatan langka ini sebaik-baiknya. “Adik-adik jangan takut belajar. Ini kesempatan emas. Gali ilmunya, serap pengalamannya, dan jangan ragu bertanya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan ruang tumbuh bagi generasi muda agar memiliki wawasan, keterampilan, sekaligus kecintaan pada seni tradisi. “Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kita di masa depan,” tambahnya.

Baca juga  Ban Murah Tetap Awet, Begini Cara Pilih dan Merawatnya

Program ini menjadi bukti nyata upaya melestarikan budaya lokal. Dengan belajar langsung dari maestro, generasi muda tidak hanya mengenal gambus, tetapi juga diajak untuk mencintai dan menjadikannya bagian dari jati diri daerah. (csv)

Bagikan