BAIT.ID – Kejutan hadir saat laga Borneo FC kontra Persis Solo di Stadion Segiri, Senin (22/9/2025). Di menit-menit akhir, Pesut Etam menurunkan penyerang belia berusia 17 tahun, Dika Adi Nurdiansyah, yang menjalani debut profesionalnya.
Adi, jebolan Borneo FC Junior, bukan nama asing di level usia muda. Musim lalu, ia jadi andalan Borneo U-18 di ajang Elite Pro Academy (EPA) dan berhasil menyabet gelar top skor dengan koleksi 13 gol.
Kesempatan itu datang di menit ke-87, ketika Adi menggantikan Rivaldo Pakpahan yang sudah kelelahan. Dengan skor masih sama kuat, Fabio Lefundes mencoba memasukkan tenaga segar untuk menambah daya gedor.
Bagi Adi, momen ini menjadi langkah besar dalam kariernya. “Alhamdulillah, saya senang dengan kesempatan yang diberikan. Tapi saya tetap harus terus belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya usai pertandingan.
Fabio menjelaskan, keputusan memainkan Adi berangkat dari kebutuhan taktik. “Kami butuh tambahan penyerang di ujung laga. Saya sudah diskusi dengan staf pelatih, dan Sultan Samma yang menyarankan agar Adi diturunkan,” terang pelatih asal Brasil itu.
Meski hanya tampil tujuh menit, Fabio menilai Adi cukup berani menghadapi tekanan pertandingan. “Untuk pemain muda, ini pengalaman berharga. Dia punya potensi besar, dan di latihan juga terlihat bagus sebagai penyerang,” puji Fabio.
Debut singkat ini sekaligus sinyal kuat bahwa Borneo FC tak ragu memberi panggung bagi darah muda. Kini, tinggal bagaimana Adi terus membuktikan diri agar bisa menembus skuat utama Pesut Etam. (csv)








