BAIT.ID – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim menilai perekonomian Benua Etam menunjukkan tren positif. Meski tekanan global masih terasa, hasil survei dan analisis BI mengonfirmasi pertumbuhan ekonomi Kaltim mulai bergerak naik setelah sempat melambat.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, menyebutkan kondisi tersebut terlihat jelas dari perkembangan indikator pada triwulan III 2025. Berdasarkan hasil survei dan wawancara, sebagian besar variabel ekonomi mencatatkan perbaikan. Optimisme konsumen pun tetap terjaga.
“Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2025 berada pada level optimis di 143,8, jauh di atas batas 100,” ungkap Budi dalam Forum Komunikasi Pimpinan, Diseminasi Kebijakan BI, dan Capacity Building bersama wartawan.
BI Kaltim mencatat, tren positif ini tidak lepas dari bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang dirancang untuk menghadapi ketidakpastian global. Bank sentral terus memperkuat ekspansi likuiditas serta menurunkan suku bunga acuan guna mendukung pembiayaan dan menjaga daya beli masyarakat.
“Melalui bauran kebijakan, kami mendorong pertumbuhan ekonomi yang tetap seimbang: pro-stability sekaligus pro-growth. Sementara inflasi ditargetkan terjaga dalam kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2025–2026,” jelas Budi.
Langkah stabilisasi lain turut dilakukan, mulai dari penyesuaian BI-Rate, intervensi di pasar valuta asing, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Semua diarahkan untuk menjaga kestabilan Rupiah sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain membahas outlook ekonomi, BI Kaltim juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan kebijakan secara akurat kepada masyarakat. “Komunikasi yang baik antara BI dan wartawan sangat penting agar informasi kebijakan bisa tersampaikan secara jelas dan berimbang,” tutur Budi. (csv)








