Pemkot Siapkan Rp30 Miliar Bangun Ulang Dermaga Harapan Baru

Jumat, 26 September 2025
Pemaparan konsultan perencanaan Dermaga Harapan Baru. (istimewa)

BAIT.ID – Pemkot Samarinda memastikan bakal membangun ulang Dermaga Harapan Baru di Kecamatan Loa Janan Ilir. Anggaran sebesar Rp30 miliar sudah disiapkan untuk pekerjaan fisik yang ditargetkan mulai pada 2026 mendatang.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, langsung memimpin rapat presentasi Review Perencanaan Detail Engineering Design (DED) Dermaga Harapan Baru, Kamis 25 September 2025 di ruang rapat wali kota. Pemaparan dilakukan konsultan bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu.

Baca juga  Perlu Peran Pemerintah, Transmigrasi di Kaltim Butuh Sosialisasi ke Warga Lokal

Dalam paparannya, konsultan menampilkan konsep pembangunan dermaga yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Selain area utama berupa Catwalk Dermaga, rencana pembangunan juga mencakup kantor pengelola hingga area komersial seperti pertokoan dan swalayan.

Andi Harun menegaskan agar pembangunan dermaga tidak hanya fokus pada aspek teknis dan efisiensi, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah kawasan tersebut. Salah satunya, jembatan feri penyeberangan lama yang pernah digunakan sebelum berdirinya Jembatan Mahakam.

Baca juga  Komang Teguh, Tembok Dingin yang Menenangkan Lini Belakang Borneo FC

“Bangunan jembatan feri itu kita pertahankan sebagai monumen. Nanti dipercantik dan di kantor dermaga kita pajang foto-foto masa lalu aktivitas jembatan feri. Tolong dicari arsipnya,” pesan Andi Harun.

Sementara itu, Hotmarulitua Manalu menjelaskan bahwa DED dermaga sudah disusun sejak 2023, namun kini dilakukan peninjauan ulang untuk penyesuaian. “Rencananya pembangunan dilaksanakan tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp30 miliar. Hari ini kami lakukan paparan awal, dan prosesnya masih akan berlanjut. Dermaga Harapan Baru ini punya potensi besar sebagai sumber PAD bagi Samarinda,” jelasnya.

Baca juga  Penyertaan Modal ke BUMD Tunggu Direksi Baru Terpilih

Ia menambahkan, dermaga saat ini berfungsi sebagai lokasi sandar tugboat dan ponton yang menunggu waktu pengolongan atau penundaan melintas Jembatan Mahakam. Namun, kondisi dermaga yang sudah tidak representatif membuat Pemkot berencana membangunnya kembali.

“Karena posisinya strategis, dermaga ini akan kita dorong menjadi salah satu simpul pendapatan daerah,” pungkas Manalu. (csv)

Bagikan