BAIT.ID – Menjelang beroperasinya kembali Pasar Pagi, Pemkot Samarinda memastikan seluruh pedagang yang berhak berjualan di sana sudah terdata secara resmi. Pendataan dilakukan melalui Dinas Perdagangan dan kini memasuki tahap penataan lapak.
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa proses verifikasi telah selesai dan data pedagang sudah jelas, lengkap dengan identitas serta alamat. Dari total 2.687 nama yang masuk, sekitar 2.500 di antaranya dipastikan masih aktif.
“Semua pedagang sudah kami data. Jadi tidak ada alasan bagi pihak luar untuk mengaku bisa mengurus atau menjanjikan lapak dengan imbalan uang,” tegas Marnabas, belum lama ini.
Ia pun mengingatkan agar pedagang waspada terhadap praktik percaloan. Menurutnya, tidak ada sistem pembayaran untuk mendapatkan lapak di Pasar Pagi. Jika ada oknum yang meminta uang dengan alasan bisa mengamankan tempat, hal itu jelas penipuan.
Dengan basis data yang sudah divalidasi, Pemkot optimistis Pasar Pagi bisa kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang dikelola secara tertib, adil, dan bebas dari praktik percaloan. “Jangan percaya janji-janji kosong. Pemerintah sudah punya data resmi, dan semua pedagang akan ditata sesuai aturan,” pungkasnya. (csv)








