Inflasi Samarinda Masih Aman, Pemkot Fokus Awasi Komoditas Pertanian

Selasa, 7 Oktober 2025
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memimpin rapat terkait kondisi inflasi di Kota Tepian. (istimewa)

BAIT.ID – Laju inflasi di Samarinda tercatat masih berada dalam kondisi aman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada September 2025 berada di angka 2,16 persen (year-on-year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,49.

Kondisi tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Rutin Mingguan, Senin, 6 Oktober 2025 di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Gedung TP PKK Samarinda. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyampaikan bahwa angka inflasi tersebut masih berada di ambang batas aman dan menunjukkan upaya pengendalian harga yang cukup efektif.

Baca juga  Pembahasan APBD Kaltim 2026 Masih Berjalan, DPRD Tunggu Kepastian Pemangkasan DBH

“Kenaikan inflasi 2,16 persen masih dalam batas wajar. Pemkot bersama seluruh unsur terus berupaya menekan laju inflasi agar tetap stabil demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Saefuddin.

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan operasi pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil. “Persediaan bahan pokok kita aman dan mencukupi. Meski begitu, kita tetap harus waspada terhadap cuaca yang tidak menentu karena bisa berdampak pada sektor perikanan dan pasokan pangan,” lanjutnya.

Baca juga  Satpol PP Bongkar Bangunan Permanen PKL di Eks Bandara Temindung

Sementara itu, Asisten II Setda Samarinda, Marnabas, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga. “Kolaborasi semua pihak inilah yang membuat inflasi Samarinda tetap terkendali. Ini harus terus dipertahankan,” tegasnya.

Marnabas juga menyoroti komoditas pertanian, terutama cabai, yang kerap menjadi penyumbang inflasi. Ia mendorong Ketapangtani agar terus meningkatkan produksi pangan lokal.

“Cabai dan bahan pangan lain yang fluktuatif perlu mendapat perhatian serius. Produksi lokal harus diperkuat agar pasokan tetap terjaga,” ujarnya.

Baca juga  Rekayasa Lalin Pasar Pagi Tunggu Restu Kemenhub

Lebih lanjut, ia menyebutkan operasi pasar dan pengecekan stok distributor secara rutin terbukti efektif menekan gejolak harga. Namun, ia mengingatkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap distributor. “Kami berharap ada kerja sama erat dengan Kejaksaan dan aparat penegak hukum lainnya, karena terkadang masih ada distributor yang enggan membuka data stok,” tandasnya. (csv)

Bagikan