Sekolah Rakyat, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Kurang Mampu

Rabu, 8 Oktober 2025
Menteri Sosial, Gus Ipul menyebut jika program sekolah rakyat ini bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu

BAIT.ID – Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) kini benar-benar hadir untuk membantu keluarga kurang mampu di Kaltim. Hal itu terlihat saat Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meninjau langsung pelaksanaannya di SMA Negeri 16 Samarinda, Rabu, 8 Oktober 2025 pagi.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal. Gus Ipul ingin memastikan bahwa program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga  Jelang Nataru Bandara APT Pranoto Siap Sambut Lonjakan Penumpang: Jam Operasional Ditambah dan Tiket Turun Harga

“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tapi gerakan sosial yang lahir dari kepedulian untuk mengangkat keluarga kurang mampu lewat pendidikan,” ujar Gus Ipul di hadapan guru, siswa, dan orang tua.

Program ini mengusung pendekatan terpadu. Selain memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, pemerintah juga memastikan bantuan sosial dan jaminan kesehatan bagi keluarganya. Dengan begitu, anak bisa belajar tenang, sementara keluarga mendapat perlindungan sosial yang layak.

Baca juga  Buntut Jembatan Mahulu Ditabrak, Aturan "Pengolongan" Kapal di Samarinda Diperketat

“Bukan hanya anaknya yang sekolah gratis, tapi keluarganya juga mendapat perlindungan sosial,” tegasnya.

Gus Ipul juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program. Ia mengingatkan agar tidak ada ruang bagi pungutan liar atau praktik “titipan” yang berpotensi menggeser hak keluarga miskin. “Harus murni untuk keluarga tidak mampu. Tidak ada anak titipan, tidak ada bayar membayar,” katanya tegas.

Baca juga  Koalisi Masyarakat Muara Kate Desak Penahanan Misran Toni Tak Diperpanjang

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah. Karena itu, ia mengajak kepala daerah dan OPD terkait memperkuat sinergi lintas sektor agar tujuan penghapusan kemiskinan ekstrem benar-benar tercapai.

“Program ini hanya akan berhasil kalau pusat dan daerah berjalan beriringan. Kita ingin hasil yang nyata, bukan seremonial,” pungkasnya. (csv)

Bagikan