Koperasi Lokal Bisa Jadi Mitra MBG, Tapi Harus Lolos Kurasi Ketat

Kamis, 9 Oktober 2025
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih

BAIT.IDPemprov Kaltim membuka peluang bagi koperasi lokal untuk ikut ambil peran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koperasi berpotensi menjadi pemasok bahan pangan pokok, seperti beras, telur, dan daging ayam. Namun, peluang ini tak diberikan begitu saja—mereka harus lebih dulu melewati proses kurasi yang ketat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menegaskan bahwa hanya koperasi yang benar-benar siap yang bisa menjadi mitra strategis program MBG. “Peluangnya ada, tapi tidak semua koperasi bisa langsung terlibat. Kita harus identifikasi dulu mana yang benar-benar siap,” ujar Heni, Kamis, 9 Oktober 2025.

Baca juga  Progres Lelang Masih di Bawah 40 Persen, Komisi III DPRD Kaltim Jadwalkan Evaluasi Ulang di Oktober

Saat ini, Dinas PPKUKM masih melakukan pemetaan terhadap koperasi potensial di berbagai desa dan kelurahan. Proses seleksi mencakup penilaian struktur kelembagaan, kapasitas produksi, serta kesesuaian jenis usaha dengan kebutuhan MBG.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah mendorong koperasi sektor pertanian dan peternakan untuk bermitra langsung dengan Satuan Pangan Bergizi Gratis (SPBG) atau dapur MBG yang tersebar di sejumlah wilayah.

Baca juga  ATR/BPN Siap Sertifikasi Tanah Adat di Kaltim, Asal Lembaga Adat Diakui Resmi

“Koperasi yang anggotanya petani dan peternak bisa diarahkan menjadi penyuplai langsung ke SPBG. Tapi tetap harus disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan agar kerja samanya bisa berkelanjutan,” jelas Heni.

Untuk memastikan kesiapan itu, PPKUKM Kaltim juga fokus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan koperasi. Targetnya, pembenahan pondasi manajemen dan SDM koperasi rampung pada akhir Desember 2025.

Baca juga  Ratusan Driver Terdampak Penutupan Kantor Maxim, Layanan Aplikasi Terganggu

“Fokus kami saat ini membenahi fondasinya dulu, SDM dan manajemennya. Setelah itu, baru programnya kami dorong,” tegas Heni. (csv)

Bagikan