Pantai Tersembunyi di Kalurahan Tepus: Wisata Petualangan yang Dikelola Desa

Jumat, 10 Oktober 2025
Pantai Watu Lawang jadi destinasi utama di Desa Wisata Kalurahan Tepus, Yogyakarta. (istimewa)

BAIT.ID – Di balik perbukitan karst Gunungkidul, Yogyakarta, terdapat deretan pantai indah yang masih perawan. Salah satu pintu masuknya adalah Desa Wisata Kalurahan Tepus, yang kini menjadi daya tarik baru bagi para pencinta petualangan alam.

Desa ini tak sekadar menawarkan pemandangan pantai, tapi juga pengalaman jelajah yang seru menggunakan jip wisata. Ketua Pengelola Desa Wisata, Suheri, mengatakan konsep ini mulai dikembangkan kembali setelah sempat terhenti akibat pandemi. “Antusias wisatawan makin tinggi. Setiap akhir pekan, tak kurang dari 20 jip mengantarkan pengunjung ke pantai-pantai tersembunyi,” ujarnya.

Baca juga  Cara Tepat Cek Volume Oli Mesin Motor Bekas Lewat Dipstik

Pengelolaan paket wisata ini sepenuhnya dilakukan masyarakat desa. Saat ini ada 42 unit jip yang beroperasi secara bergantian. Setiap jip hanya memuat lima orang termasuk sopir, dengan standar keamanan seperti penggunaan helm bagi penumpang.

Rute perjalanan pun cukup menantang. Jalan berbatu naik-turun dan belum beraspal menjadi sensasi tersendiri. “Pantai-pantai yang kami tuju belum bisa dijangkau kendaraan umum, jadi hanya jip roda ganda yang bisa lewat,” jelas Suheri.

Baca juga  Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan Tarakan, Surga Kecil di Tengah Kota

Terdapat dua pilihan rute: pendek dan panjang. Tarifnya berkisar Rp350 ribu – Rp400 ribu per trip. Dalam satu perjalanan, wisatawan akan singgah di sejumlah pantai cantik seperti Watunene, Cluwakan, hingga Timang. Selain itu, pengunjung juga bisa melanjutkan trip ke sentra budaya desa, mengunjungi rumah adat, serta menyaksikan langsung pembuatan batik dan kerajinan perak. “Paling banyak wisatawan memilih rute ke pantai. Suasananya masih sepi, alami, dan cocok untuk yang ingin liburan tenang,” katanya.

Baca juga  Menara Pandang Banjarmasin, Spot Terbaik Menikmati Keindahan Kota Seribu Sungai

Pengelola desa tak hanya fokus pada transportasi. Mereka juga menyiapkan homestay untuk pengunjung yang ingin bermalam. Saat hari biasa, hanya beberapa jip yang beroperasi. Namun pada akhir pekan, jumlahnya melonjak hingga 20 unit per hari.

Dengan pola pengelolaan berbasis desa, Kalurahan Tepus tak hanya menjaga kelestarian alam pantainya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga setempat. Wisatawan pun pulang dengan pengalaman berbeda, menikmati keindahan pantai tersembunyi Gunungkidul lewat jalur petualangan. BAIT.ID

Bagikan