Samarinda Ajukan Perluasan Rumah Singgah untuk Rehabilitasi Anjal dan Gepeng

Jumat, 10 Oktober 2025
Kepala Dissos PM Samarinda, Arif Surochman

BAIT.IDPemkot Samarinda berencana memperluas fasilitas rumah singgah bagi anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng). Langkah ini ditempuh untuk memperkuat penanganan sosial yang selama ini lebih banyak bertumpu pada razia jalanan.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Samarinda, Arif Surochman, mengatakan rumah singgah akan difungsikan sebagai pusat rehabilitasi sosial. “Kami sedang menyusun program pembinaan yang lebih terarah. Rumah singgah tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi ruang pemulihan dan pembinaan,” ujarnya, Kamis, 9 Oktober 2025.

Baca juga  Maksimalkan Aset Pemkot, Perumda Varia Niaga Incar Sektor Properti Mahasiswa

Pemerintah daerah juga menyiapkan strategi pendampingan jangka panjang. Dinsos akan menggandeng pilar-pilar sosial untuk memperkuat pola penanganan. Salah satunya melalui penempatan tenaga pendamping sosial yang memahami pendekatan psikologis terhadap anjal dan gepeng. “Kami ingin mereka tidak kembali ke jalan setelah terjaring,” kata Arif.

Saat ini, kapasitas rumah singgah masih terbatas. Bangunan eksisting dinilai tak lagi memadai untuk menampung jumlah anjal dan gepeng yang terus bertambah. Karena itu, Pemkot mengajukan rencana perluasan pada APBD 2026 mendatang. Lahan yang disiapkan seluas 1,3 hektare di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Mugirejo.

Baca juga  Harmoni Seni dan Ekonomi: Saefuddin Zuhri Buka Pekan Muda Restorasi 2025

Menurut Arif, keberadaan rumah singgah yang lebih representatif menjadi kunci pembinaan sosial yang berkelanjutan. Setelah penjangkauan oleh Satpol PP, para anjal dan gepeng membutuhkan tempat pembinaan yang layak dan memadai. “Kami ingin rumah singgah bukan sekadar tempat menunggu, tapi ruang pemulihan yang benar-benar berfungsi,” ujarnya.

Pemerintah Kota Samarinda menegaskan upaya ini bukan semata soal ketertiban kota. Tujuannya, memulihkan kondisi sosial mereka yang hidup di jalan agar dapat kembali produktif di tengah masyarakat. (csv)

Baca juga  Samarinda Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi hingga Akhir 2025
Bagikan