Bukan Balapan, Ujian Terberat Fast & Furious Adalah Anggaran Produksi

Senin, 13 Oktober 2025
Kebutuhan pendanaan film Fast X Part: 2 sangat besar dan diupayakan untuk ditekan.

BAIT.ID – Saga Fast & Furious tengah menghadapi tantangan besar, bukan dari villain baru atau aksi ekstrem, melainkan dari soal biaya produksi.

Menurut The Wall Street Journal, proyek Fast & Furious 11 atau Fast X: Part 2 hingga kini belum memiliki naskah final maupun jadwal rilis. Penyebab utamanya adalah tekanan anggaran. Film sebelumnya, Fast X, menelan biaya sekitar USD 340 juta (Rp 5,4 triliun) akibat pandemi dan pergantian sutradara. Meski meraup USD 705 juta (Rp 11,2 triliun), keuntungan yang didapat disebut tipis.Universal kini menargetkan anggaran film terakhir hanya USD 200 juta (Rp 3,2 triliun), atau lebih hemat USD 140 juta dibanding film sebelumnya. Padahal, draf naskah terbaru diperkirakan butuh sekitar USD 250 juta untuk diwujudkan. Tim kreatif pun harus memangkas biaya sekitar USD 50 juta.

Baca juga  Trailer Baru Percy Jackson Season 2 Hadir, Ungkap Misi Berbahaya ke Sea of Monsters

Di tengah tekanan itu, Vin Diesel tetap membakar semangat penggemar. Ia hanya bersedia kembali jika tiga syarat terpenuhi: Cerita kembali ke Los Angeles, tempat saga dimulai. Fokus pada balapan jalanan saja dan kembali menghadirkan sosok Brian O’Connor, karakter mendiang Paul Walker.

Sebagian penggemar justru mendukung arah ini. Mereka ingin penutup saga kembali ke “akar” — balapan jalanan dengan cerita lebih sederhana dan emosional.

Baca juga  Waspada! Ini 3 Penyebab Radiator Motor Matic Tiba-Tiba Bocor

Produser Neal Moritz menegaskan, film ini harus memuaskan secara kreatif dan finansial. Sementara itu, Universal dikabarkan mulai menyiapkan rencana cadangan berupa serial TV, spin-off karakter, dan film berskala kecil untuk menjaga warisan franchise ini. BAIT.ID

Bagikan