BAIT.ID – Pemprov Kaltim tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat iklim investasi di Bumi Etam. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemprov mulai menyusun Grand Desain Investasi Kaltim sebagai peta jalan pembangunan ekonomi jangka panjang.
Ahli Madya Penata Kelola Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Riawati, menjelaskan penyusunan grand desain ini menjadi langkah strategis di tengah belum adanya Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) di tingkat provinsi.
“Saat ini kami masih menunggu RUPM dari BKPM. Sambil menunggu, kajian grand desain ini akan menjadi fondasi awal arah investasi daerah. Hasilnya juga akan menjadi bahan penting dalam penyusunan RUPM Kaltim tahun depan,” ujar Riawati.
Ia menambahkan, sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim juga telah mulai menganggarkan kegiatan serupa. Karena itu, ke depan perlu ada penyesuaian agar kebijakan daerah tetap selaras. “Kalau arah kebijakannya sama, maka sinkronisasi tidak akan menjadi masalah,” jelasnya.
Grand desain investasi ini akan berlaku selama 20 tahun ke depan, dengan rencana evaluasi berkala untuk memastikan kesesuaian dengan arah kebijakan nasional maupun provinsi. Melalui kajian ini, pemerintah daerah dapat memetakan potensi sektor unggulan dan peluang investasi strategis di berbagai wilayah.
“Harapannya, grand desain ini menjadi kompas pembangunan ekonomi daerah. Kita ingin ada arah yang jelas dan berkelanjutan, sehingga investor juga memiliki kepastian dalam menanamkan modalnya,” ujar Riawati menutup. (csv)








