Kaltim Kian Serius Tinggalkan Energi Fosil, Fokus Perkuat EBT

Rabu, 15 Oktober 2025
Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni

BAIT.IDPemerintah Provinsi Kaltim makin serius mengurangi ketergantungan pada energi fosil seperti batu bara. Arah kebijakan kini difokuskan pada percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai tulang punggung transisi energi daerah.

Komitmen ini sejatinya telah dicanangkan sejak 15 tahun lalu. Namun, kali ini Pemprov Kaltim memastikan implementasinya tidak lagi sebatas wacana. Langkah-langkah konkret mulai dijalankan untuk mendorong transformasi ekonomi dan energi yang lebih berkelanjutan.

Baca juga  Dilema Bankeu Kaltim: Dana Terbatas, Aturan Minimal Justru Memberatkan

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa kunci keberhasilan transisi energi adalah komitmen kuat dari semua pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat. “Transformasi ekonomi dan energi telah lama kita gaungkan. Sekarang saatnya kita wujudkan dengan langkah nyata, fokus pada hilirisasi industri dan pengembangan EBT,” ujarnya.

Kaltim, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil utama minyak, gas, dan batu bara nasional, mulai mengarahkan pandangan ke sumber daya lokal yang lebih ramah lingkungan. Sejumlah industri kelapa sawit di Kaltim bahkan telah memanfaatkan limbah cair (POME) dan cangkang sawit sebagai bahan baku pembangkit listrik. Ini menjadi contoh konkret hilirisasi industri yang mendukung penggunaan energi bersih.

Baca juga  Penegakan Hukum Mandek, Kasus Tambang di Hutan Penelitian Unmul Jadi Sorotan

Selain itu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga mulai diperluas ke berbagai wilayah terpencil. Pemprov menilai, teknologi panel surya dapat menjadi solusi untuk memperluas akses listrik sekaligus mengurangi emisi.

Tak hanya itu, Kaltim juga tengah memetakan potensi besar dari tenaga air (hidro) dan angin. Sumber daya ini diyakini dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan energi jangka panjang.

Baca juga  Tambahan DBH Jadi Angin Segar untuk Keuangan Kaltim

Langkah-langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kaltim tak lagi ingin bergantung pada energi fosil. Provinsi ini mulai bergerak menuju masa depan energi yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. (csv)

Bagikan