BAIT.ID – Kabar gembira datang bagi perangkat pemerintahan desa di Kaltim. Pemerintah pusat memastikan tidak ada pemangkasan Dana Desa tahun ini. Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) siap memperkuat kinerja perangkat desa agar pengelolaan dana semakin optimal.
Kepala Dinas PMPD Kaltim, Puguh Harjanto, menegaskan bahwa langkah utama pemerintah daerah saat ini adalah memperbaiki manajemen dan akuntabilitas di tingkat desa. “Semua dana yang masuk ke desa tentu harus disertai pelaporan dan pertanggungjawaban yang baik dan benar. Itu yang masih jadi pekerjaan rumah bagi kami,” ujarnya.
Menurutnya, hingga akhir tahun ini masih ada sejumlah desa yang belum maksimal dalam menyerap Dana Desa. Padahal, tahun depan pemerintah desa akan menghadapi beberapa program nasional yang membutuhkan kesiapan lebih matang. “Ada penerapan koperasi merah putih, program ketahanan pangan, dan beberapa program strategis lain,” imbuh Puguh.
Karena itu, Dinas PMPD mendorong peningkatan kapasitas perangkat desa melalui pembinaan intensif. Fokusnya bukan hanya pada tata kelola keuangan, tetapi juga pemanfaatan aset desa serta percepatan penyelesaian sejumlah pekerjaan yang masih tertunda. “Kami ingin perangkat desa lebih siap dan sigap dalam mengelola potensi yang ada,” tegasnya.
Tahun ini, besaran Dana Desa untuk Kaltim mencapai Rp810 miliar yang dialokasikan bagi 841 desa. Namun, jumlah tersebut tidak dibagi rata. Besarnya anggaran yang diterima bergantung pada capaian penyerapan dan kinerja masing-masing desa.
Puguh mengungkapkan, hingga saat ini masih ada desa yang terlambat dalam proses pencairan dana tahap pertama, sementara tahap kedua sudah berjalan. “Kalau tidak salah, ada 12 desa yang belum mencairkan tahap pertama. Keterlambatan pelaporan ini otomatis berdampak pada proses pencairan dana selanjutnya,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas PMPD akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengidentifikasi permasalahan di lapangan, khususnya di tingkat kabupaten. “Pendampingan harus lebih cepat dan tepat, supaya serapan Dana Desa tahun depan bisa lebih maksimal,” tandas Puguh. (csv)








