Jalan Bongan–Sotek Siap Dibangun, Bakal Jadi Jalur Vital Penghubung IKN

Senin, 20 Oktober 2025
Gubernur Kaltim menelusuri jalan yang menghubungkan Sotek menuju Bongan. (istimewa)

BAIT.IDPemprov Kaltim akhirnya berhasil menembus kembali jalur strategis Sotek, Penajam Paser Utara (PPU) menuju Bongan, Kutai Barat (Kubar). Jalur sepanjang 105 kilometer ini sebelumnya tertutup hutan belukar selama bertahun-tahun, namun kini sudah bisa dilalui meski sebagian besar masih berupa jalan tanah.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyambut gembira capaian ini. Ia menilai jalur Bongan–Sotek akan menjadi urat nadi baru konektivitas Kaltim, terutama dalam mendukung pergerakan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). “Alhamdulillah, hari ini kita berhasil menembusi jalur Sotek–Bongan. Kalau nanti sudah diperbaiki, jarak tempuh dari Bongan ke Sotek bisa hanya sekitar 1,5 jam,” ujar Rudy saat meninjau jalur di Km 69.

Baca juga  Urusan Teknis Tukar Guling Lahan, Pemprov Kaltim Diminta Lakukan Kajian Mendalam

Jalur ini melintasi empat kabupaten, yakni PPU, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat. Gubernur Rudy, menyebut keberadaan jalan ini sangat vital untuk mempercepat arus logistik dan bahan bakar, sekaligus memangkas biaya transportasi secara signifikan.

“Kalau dari Kutai Barat ke IKN lewat Kukar, Samarinda, dan Balikpapan, jaraknya hampir 500 kilometer. Dengan jalur ini hanya sekitar 100 kilometer lebih sedikit. Artinya, ada potensi efisiensi waktu dan biaya hingga 80 persen,” jelasnya.“Selain itu, ongkos logistik akan jauh lebih murah dan akses penumpang juga lebih cepat.” imbuhnya.

Lebih jauh, jalur Bongan–Sotek juga berperan strategis sebagai penghubung antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu (Mahulu) ke IKN. Bahkan, jalur ini akan membuka konektivitas lintas provinsi, yakni Kalimantan Tengah. “Mohon doa masyarakat Kaltim, semoga jalur ini bisa segera terkoneksi dengan baik dan menjadi akses penting bagi semua,” kata Gubernur.

Baca juga  DPRD dan Pemprov Kaltim Lobi Pusat, Ingin Dapat Kewenangan Pengelolaan Alur Sungai

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan bahwa jalur ini masih berstatus jalan nonstatus, namun akan diusulkan menjadi jalan nasional setelah penanganan awal selesai.

Ia mengingatkan, kondisi jalur ini belum lama sangat memprihatinkan. Pada kunjungan bulan lalu, Gubernur bahkan terpaksa putar balik karena akses jalan Sotek–Bongan tertutup hutan sepanjang 35 kilometer, tepatnya dari STA-53 hingga STA-88. Kini, jalur tersebut telah dibuka kembali.

Baca juga  Tenaga Bakti Rimbawan Desak Kepala Dinas Kehutanan Usulkan Analisis Jabatan

“Detail engineering design (DED) untuk pembangunan jalan ini ditargetkan rampung akhir tahun. Untuk tahap awal, Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran Rp20 miliar,” ujar Nanda, sapaan akrabnya. “Pembangunan fisik akan dimulai pada 2026, dan akan dilanjutkan bertahap.” lanjutnya.

Pemprov Kaltim berharap dukungan APBN dan pembiayaan dari Otorita IKN untuk mempercepat pembangunan jalan ini. Jika rampung, Bongan–Sotek bukan sekadar jalan alternatif, melainkan jalur strategis masa depan bagi arus logistik dan mobilitas antarwilayah di Kalimantan. (csv)

Bagikan