BAIT.ID – Borneo FC Samarinda kembali menunjukkan taringnya di BRI Super League musim ini. Bertandang ke markas Arema Malang, Pesut Etam pulang membawa tiga poin usai menang meyakinkan 3-1 pada laga pekan ke-10, Minggu 26 Oktober 2025 lalu. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor sempurna mereka dan mengukuhkan posisi di puncak klasemen.
Namun di balik kemenangan tersebut, pelatih Fabio Lefundes tak ingin timnya larut dalam euforia. Juru taktik asal Brasil itu menilai permainan timnya masih jauh dari kata ideal. “Kami tidak benar-benar mengontrol permainan. Masih banyak kesalahan yang terjadi. Tapi yang penting, tingkat keberhasilan kami masih lebih tinggi dibanding kesalahan yang dibuat,” ujar Lefundes seusai laga.
Pelatih berlisensi Pro Entrenador Conmebol itu menyoroti bagaimana anak asuhnya kehilangan fokus setelah unggul cepat lewat gol menit ke-2. Menurutnya, keunggulan tersebut justru membuat para pemain bermain lebih santai dan menurunkan intensitas serangan. “Kami mencetak gol sangat cepat, tapi setelah itu permainan jadi lebih lambat. Ini tidak bagus untuk tim,” lanjutnya dengan nada tegas.
Ia juga menilai terkait saat Arema harus bermain dengan sembilan orang setelah dua kartu merah dikeluarkan wasit. Lefundes menyebut seharusnya Borneo FC bisa lebih memanfaatkan situasi tersebut untuk menambah tekanan dan memperbesar keunggulan. “Kartu merah mereka itu seharusnya jadi keuntungan bagi kami, tapi kami kurang bisa memaksimalkannya,” kata Lefundes menganalisa.
Meski begitu, sang pelatih tetap mengapresiasi efektivitas tim yang mampu mencetak gol ketiga di penghujung laga. “Kami tidak bermain sempurna, tapi tetap efektif. Yang terpenting, tiga poin bisa kami bawa pulang,” tutupnya.
Dengan kemenangan ini, Borneo FC makin mantap di jalur juara. Namun pesan Lefundes jelas: euforia boleh, tapi evaluasi tetap jalan. Pesut Etam masih punya ruang besar untuk tampil lebih menggigit di laga-laga berikutnya. (csv)








