Job Fair Samarinda Harus Hasilkan Lapangan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Agenda Tahunan

Senin, 3 November 2025
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny

BAIT.ID – Job fair tak boleh lagi berhenti sebagai agenda rutin semata. Pemkot Samarinda diminta memastikan gelaran bursa kerja benar-benar menjadi pintu masuk tenaga kerja lokal. Jangan hanya keramaian tahunan yang minim dampak bagi pencari kerja di Kota Tepian.

Kegiatan yang mempertemukan ratusan pencari kerja dengan perusahaan dari berbagai sektor ini kembali digelar di Samarinda. Selain membuka ratusan lowongan, momentum ini menjadi tolok ukur sejauh mana serapan tenaga kerja mampu ditingkatkan setiap tahun.

Baca juga  Pemprov Kaltim Pacu Serapan Anggaran, Realisasi Sudah Tembus 71 Persen

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menegaskan agar pelaksanaan job fair tidak berhenti pada seremoni. Ia meminta dinas terkait memastikan hasilnya terukur dan transparan. “Kami tadi berdiskusi dengan Pak Wakil Wali Kota terkait pasca Job Fair nanti. Kami meminta Disnaker Samarinda untuk menginventarisasi hasil penerimaan agar terlihat sejauh mana penyerapan tenaga kerja dari jumlah lowongan yang ada,” ujar Novan.

Menurutnya, pelaksanaan job fair tahun ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Hal itu diharapkan berbanding lurus dengan jumlah tenaga kerja yang terserap, terutama bagi generasi muda yang baru menyelesaikan pendidikannya.

Baca juga  BKD Kaltim Masih Tunggu Instruksi KemenPAN-RB Soal Honorer Non-Database

Novan menekankan perlunya evaluasi menyeluruh setelah kegiatan berlangsung. Disnaker, menurutnya, harus memastikan adanya laporan tindak lanjut yang jelas.

“Harus ada tindak lanjut agar kita tahu seberapa besar penyerapannya. Dari yang kami lihat, banyak perusahaan yang membuka peluang untuk fresh graduate. Ini kesempatan bagus bagi anak muda yang baru lulus,” tambahnya.

Baca juga  Tagihan Pajak di Balikpapan Meroket, Warga Kaget: Dari Ratusan Ribu Jadi Puluhan Juta

Ia menilai gelaran seperti ini merupakan salah satu strategi penting menekan angka pengangguran di Samarinda. Sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha, pusat perbelanjaan, dan perusahaan lokal menjadi kunci menciptakan ekosistem yang mendukung pembukaan lapangan kerja lebih luas.

“Ke depannya, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan, bukan hanya di dunia kerja tetapi juga dunia usaha. Kami akan memantau grafik penyerapan tenaga kerja dari hasil kegiatan ini,” tegasnya. (csv)

Bagikan