DPRD Kaltim Soroti Lambatnya Perbaikan Fender Jembatan Mahakam

Selasa, 18 November 2025
Usai ditambak, pembangunan fender jembatan tak kunjung tuntas. DPRD Kaltim mendesak agar penyelesainnya bisa tepat waktu

BAIT.ID – Fender Jembatan Mahakam yang sempat tertabrak tongkang pada April lalu hingga menyebabkan kerusakan dan tenggelam, hingga kini belum juga diperbaiki. Padahal, pihak penabrak sebelumnya menyatakan siap membangun ulang pelindung tiang jembatan tersebut. Minimnya progres ini pun sempat menjadi sorotan publik.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, mengatakan bahwa satu dari dua fender yang rusak telah memasuki tahap perbaikan, khususnya pada tiang pertama. Sementara itu, fender kedua yang mengalami tabrakan terbaru memang belum tersentuh pengerjaan.

Baca juga  Banggar Siap Bahas Ulang APBD 2026, Imbas Pemotongan Dana Bagi Hasil

Menurut Sabaruddin, proses perbaikan saat ini sudah sampai pada tahap penetapan pemenang tender yang akan menangani restorasi fender Jembatan Mahakam. “Dua minggu lalu, kami mendapat informasi bahwa calon pelaksana pekerjaan sudah ditetapkan. Selanjutnya akan dilakukan pengecekan pancang hingga mobilisasi peralatan,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa 18 November 2025.

Politikus Gerindra itu mengakui bahwa progres perbaikan berjalan lebih lambat dari target yang sempat dibahas dalam RDP beberapa bulan lalu. Kondisi cuaca serta proses lelang disebut menjadi faktor utama keterlambatan.

Baca juga  DPRD Kaltim Setujui Perpanjangan Masa Kerja Dua Pansus

“Kami berencana memanggil pihak pemenang tender. Kami ingin memastikan proses perbaikan berjalan sesuai rencana, termasuk meminta pemaparan teknis terkait penanganan fender tersebut,” tegasnya.

Sebagai informasi, Jembatan Mahakam yang diresmikan pada 6 Oktober 1983 merupakan akses vital yang menghubungkan Samarinda Seberang dan Samarinda Kota. Selain menjadi jalur transportasi utama, jembatan ini juga menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Tepian. (csv)

Baca juga  Rencana RS Internasional Kaltim Disorot DPRD, Pemerataan Layanan Kesehatan Diminta Tetap Prioritas
Bagikan