Ketersediaan Lahan Terbatas, Kaltim Tetap Pacu Pencetakan Sawah Baru

Kamis, 20 November 2025
Kepala DPTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana

BAIT.ID – Pemprov Kaltim terus tancap gas mendorong swasembada pangan. Upaya ini dilakukan dengan memaksimalkan lahan pertanian yang ada sekaligus memperluas area tanam melalui program pencetakan sawah baru.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana, menjelaskan bahwa optimalisasi lahan menjadi kunci utama peningkatan produktivitas. Selama ini, sebagian besar lahan di Kaltim hanya mampu berproduksi sekali dalam setahun. Namun, dengan perbaikan infrastruktur pertanian, petani kini mulai bisa melakukan dua kali masa tanam.

“Kemampuan lahan kita sebelumnya di bawah dua kali tanam. Dengan optimalisasi, mereka bisa menanam dua kali dalam setahun,” ujar Yana pada 20 November 2025.

Baca juga  Diskominfo Kaltim Latih PPID, Maksimalkan Fitur “Lapor Wal” di Aplikasi SAKTI GEMAS

Optimalisasi tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan saluran tersier, galengan sawah, serta sistem irigasi untuk memastikan suplai air tetap tersedia sepanjang tahun.

Pada 2024, DPTPH telah memulai program optimalisasi lahan di Penajam Paser Utara (PPU). Tahun ini, program diperluas ke Samarinda, Paser, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara menjadikan lima daerah sebagai fokus peningkatan kapasitas produksi.

Selain itu, DPTPH juga menargetkan pencetakan sawah baru seluas 2.400 hektare pada 2025. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kini seluruh proses diwajibkan melalui survei investigasi dan desain (SID) sebelum pelaksanaan.

Baca juga  Unmul Desak Pengungkapan Aktor Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Pendidikan

“Mencetak sawah tidak semudah yang dikira. Ada delapan kriteria lahan yang harus dipenuhi, termasuk tidak boleh berada di kawasan HGU atau kawasan hutan,” jelas Yana. Ia menambahkan bahwa pada 2026, Pemprov menargetkan tambahan 3.000 hektare lahan sawah baru.

Namun, ia mengakui bahwa mencari lahan yang memenuhi kriteria di Kaltim bukan perkara mudah. Banyaknya sektor lain yang memanfaatkan ruang membuat proses identifikasi lahan menjadi lebih panjang dan membutuhkan ketelitian ekstra.

Baca juga  BPKAD Kaltim Tertibkan Aset Daerah, Fokus Awal pada Kendaraan Dinas

Yana mencontohkan rencana membuka 200 hektare lahan sawah di Mahakam Ulu yang akhirnya harus ditunda. Keterbatasan waktu, mobilisasi alat, dan anggaran membuat proyek tersebut tidak memungkinkan diselesaikan tahun ini.

Meski begitu, komitmen Pemprov tetap kuat. Yana menegaskan bahwa Gubernur Kaltim mendorong percepatan swasembada pangan, salah satunya melalui perluasan kawasan pertanian produktif. “Semoga Kementerian Pertanian bisa mengakomodasi usulan yang sudah kita sampaikan ke pusat,” harapnya. (csv)

Bagikan