BAIT.ID – Pemkot Samarinda memastikan rencana revitalisasi Dermaga Harapan Baru tetap berjalan sesuai agenda. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap finalisasi konsep, dan pembangunan fisik ditargetkan mulai berlangsung pada 2026, menyusul kepastian penganggaran.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa konsep terakhir yang telah disampaikan kepada Wali Kota Samarinda telah mendapat persetujuan. Tinggal menunggu realisasi anggaran tahun depan, pekerjaan fisik pun siap dimulai.
“Pak Wali sudah menyetujui konsep terakhir yang kami paparkan. Sekarang tinggal menunggu realisasi anggaran di 2026,” ujarnya, belum lama ini.
Menurut Manalu, konsep pembangunan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan rencana sebelumnya. Revitalisasi dermaga diharapkan memberi nilai tambah bagi Kota Samarinda, baik dari sisi tata kelola transportasi air maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tak hanya berdampak secara ekonomi, Dermaga Harapan Baru juga memiliki fungsi strategis dalam pengaturan lalu lintas kapal, khususnya saat proses pengorongan di kawasan Jembatan Mahakam. Saat ini, pengorongan hanya dilakukan pada pagi hingga siang hari, sehingga kapal dari arah hulu yang tiba pada malam hari harus menunggu di sekitar kawasan dermaga.
“Dengan adanya dermaga ini, kapal yang datang malam hari bisa bersandar lebih aman sebelum melewati pengorongan di pagi dan siang hari,” jelasnya.
Dishub menargetkan pembangunan segera dimulai setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026 diterbitkan. Setelah itu, paket pekerjaan akan langsung diusulkan ke Kelompok Kerja Pengadaan Barang/Jasa (Pokja PBJ) untuk proses lelang.
Manalu menegaskan, seluruh proses pembangunan akan dilakukan dalam satu tahap tanpa pembagian pekerjaan bertahap. “Rencananya langsung selesai dalam satu tahun. Tidak dibagi dua tahap,” pungkasnya. (csv)







