BAIT.ID – Pemkot Samarinda terus menggenjot upaya penurunan angka kemiskinan. Melalui kerja kolaboratif lintas sektor, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) menargetkan tingkat kemiskinan di Kota Tepian ditekan hingga 3,56 persen.
Target tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Samarinda. Saat ini, angka kemiskinan masih berada di kisaran 4,30 persen.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan agenda prioritas Pemkot Samarinda. Menurutnya, upaya ini tidak dapat dijalankan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja terpadu seluruh pemangku kepentingan.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Meski tren penurunannya cukup signifikan, kita tidak boleh lengah dan harus terus memperkuat sinergi,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh program penanggulangan kemiskinan harus dijalankan secara terintegrasi dan berbasis data yang akurat. Selain itu, kebijakan daerah juga harus selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 tentang Pengentasan Kemiskinan Ekstrem serta Permendagri Nomor 53 Tahun 2020 tentang Tata Kerja TKPK.
Pemkot Samarinda, lanjut Saefuddin, terus menggulirkan berbagai program strategis, mulai dari bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi produktif, jaminan kesehatan melalui PBI, hingga intervensi pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Pemerintah juga menjalankan program peningkatan keterampilan, bantuan perumahan, bantuan usaha dan perikanan, serta mendorong inovasi perangkat daerah seperti program “orang tua asuh” sepanjang 2025.
“Pemkot Samarinda telah mengalokasikan anggaran khusus untuk memperkuat program-program pengentasan kemiskinan,” katanya.
Lebih jauh, Saefuddin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Upaya peningkatan pendapatan warga, efisiensi pengeluaran, serta penghapusan kantong-kantong kemiskinan terus menjadi fokus pembangunan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda, Ananta Fathurrozi, mengungkapkan capaian positif dalam penurunan angka kemiskinan. Ia menyebutkan, persentase kemiskinan Samarinda tercatat turun dari 4,42 persen pada 2023 menjadi 4,30 persen, dan terus menurun hingga 3,45 persen pada 2025.
Capaian itu menempatkan Samarinda sebagai kota dengan persentase kemiskinan terendah ketiga di Kalimantan Timur. “Kami optimistis, melalui penguatan program strategis dan konsistensi kebijakan, angka kemiskinan di Kota Samarinda akan terus ditekan,” pungkasnya. (csv)








