BAIT.ID – Kinerja sektor pertanian Kaltim menunjukkan sinyal penguatan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, produksi padi pada 2025 diproyeksikan mencapai 272.590 ton Gabah Kering Giling (GKG), atau tumbuh 9,19 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar 249.640 ton.
Kenaikan produksi sejalan dengan ekspansi luas panen yang diperkirakan tembus 66.660 hektare, meningkat 5,74 persen secara tahunan. Secara musiman, puncak panen juga bergeser ke Maret 2025, berbeda dengan pola tahun lalu yang terjadi pada September.
Dari sisi pasokan, tiga daerah menjadi motor utama produksi dengan kontribusi lebih dari 84 persen total output Kaltim. Kutai Kartanegara menyumbang 110.840 ton GKG, diikuti Paser sebesar 70.120 ton GKG, dan Penajam Paser Utara (PPU) 48.380 ton GKG.BPS turut menyoroti dinamika produksi antarwilayah. Kutai Barat mencatat lonjakan ekstrem hingga 291,34 persen, sementara kota urban seperti Balikpapan masih mampu menorehkan pertumbuhan 101,82 persen. Berbanding terbalik, Berau mengalami koreksi tajam 28,93 persen akibat menyusutnya areal panen.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menilai peningkatan ini strategis bagi ketahanan pangan provinsi berpenduduk sekitar empat juta jiwa. Produksi 2025 setara dengan 158.560 ton beras setelah konversi. “Dengan asumsi konsumsi per kapita tertentu, output ini mampu menutup sekitar 34 persen kebutuhan internal Kaltim,” ujarnya.
Dari sisi kualitas data, BPS menegaskan akurasi proyeksi ditopang metodologi Kerangka Sampel Area (KSA) yang dikembangkan bersama BPPT. Metode ini memanfaatkan 31.313 segmen sampel lahan yang terintegrasi teknologi GPS untuk survei ubinan, sehingga meminimalkan bias pencatatan produksi. (csv)








