BAIT.ID – Borneo FC harus bersiap kehilangan dua pilar mudanya dalam beberapa laga ke depan. Rivaldo Pakpahan dan Daffa Fasya dipanggil memperkuat Timnas U-23 Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2025. Konsekuensinya, duet muda Pesut Etam itu dipastikan absen saat klub bertarung di kompetisi domestik.
Absennya Rivaldo menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pelatih Fabio Lefundes. Pasalnya, gelandang muda tersebut nyaris tak tergantikan sepanjang musim ini dan hampir selalu menjadi pilihan utama di lini tengah Borneo FC.
Lefundes mengakui, peran Rivaldo di skuadnya bukan semata karena regulasi pemain muda, melainkan murni karena kualitas yang dimilikinya. “Selama ini kami sering memasang Rivaldo sebagai starter. Itu bukan karena regulasi, tapi karena kualitasnya. Dia yang terbaik di posisinya, jadi wajar jika selalu bermain,” ujar Lefundes.
Meski demikian, pelatih asal Brasil itu memahami aturan pemanggilan pemain muda ke tim nasional. Baginya, regulasi tersebut selaras dengan upaya pengembangan pemain usia muda, sesuatu yang juga telah lama diterapkan Borneo FC.
Secara pribadi, Lefundes mengaku bangga ketika anak asuhnya mendapat panggilan negara. Menurutnya, hal itu menjadi keuntungan tidak hanya bagi klub, tetapi juga untuk sepak bola Indonesia. “Tentu saja ketika ada pemain yang dipanggil ke Timnas, itu hal yang bagus. Baik untuk klub maupun untuk Indonesia,” tegasnya.
Namun, Lefundes tak menampik bahwa kehilangan Rivaldo tetap menjadi tantangan besar. Ia pun harus segera menyiapkan solusi agar performa tim tetap terjaga. “Sejujurnya, saya harus mencari solusi karena kehilangan Rivaldo. Dia punya kualitas yang sangat dibutuhkan tim,” pungkasnya.
Dengan absennya Rivaldo Pakpahan dan Daffa Fasya, Borneo FC dituntut mampu beradaptasi. Kedalaman skuad dan kecermatan Lefundes dalam meramu strategi akan menjadi kunci agar Pesut Etam tetap kompetitif dan terus meraih hasil maksimal di laga-laga berikutnya. (csv)








