BI Kaltim Siapkan Rp4,8 Triliun Uang Kartal untuk Dorong Kelancaran Transaksi Nataru

Kamis, 11 Desember 2025
Perwakilan BI Kaltim menyiapkan uang kartal untuk kebutuhan Natal dan tahun baru. (Ilustrasi)

BAIT.ID – Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan Timur diprediksi menguat signifikan. Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim menyiapkan pasokan uang kartal mencapai Rp4,8 triliun.

BI memperkirakan transaksi masyarakat selama libur Nataru tahun ini meningkat sekitar 17,4 persen. Sebagai respons, distribusi uang tunai akan difokuskan pada empat wilayah yang diproyeksikan mengalami permintaan tertinggi, yakni Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat, Kutai Timur, dan Berau.

Baca juga  Pemkot Samarinda Percantik Citra Niaga, Menara Enggang Siap Bersinar dengan Lampu Tematik

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, menyampaikan bahwa strategi ini tidak hanya untuk menjaga kelancaran transaksi, tetapi juga untuk memastikan uang layak edar tetap tersedia di masyarakat. “Kami menyediakan layanan kas keliling sejak 9 hingga 23 Desember 2025, dengan prioritas di area peribadatan, sekolah-sekolah Kristiani, dan titik strategis lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis 11 Desember 2025.

Baca juga  Inflasi Kaltim Januari Melandai ke 0,04 Persen, Namun Masih Melampaui Rata-rata Nasional

Secara keseluruhan, layanan kas keliling dibuka di delapan titik, terbagi masing-masing empat titik di Balikpapan dan Samarinda.Balikpapan terletak di Gereja Katolik Santa Theresia, Gereja Pantekosta, Gereja Bethany Favor of God, serta Gereja Katolik Santa Martinus Lanud. Sementara di Samarinda Gereja St. Lukas, Gereja Katedral St. Maria “Penolong Abadi”, Sekolah Sunodia, dan Sekolah Citra Kasih.BI menetapkan batas maksimal penukaran uang sebesar Rp5 juta per orang.

Baca juga  Digitalisasi Keuangan Kaltim Melesat: Pengguna QRIS Tembus 841 Ribu di Tengah Kontraksi DPK

Melalui kampanye Bangga Rupiah dan Paham Rupiah, BI kembali menekankan pentingnya penggunaan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, sekaligus mendorong perilaku ekonomi yang bijak. Mulai dari belanja sesuai kebutuhan, memilih produk dalam negeri, hingga menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (csv)

Bagikan