BAIT.ID – Suasana di kawasan Restorasi Area Samarinda City mendadak meriah pada Kamis 18 Desember 2025 sore. Di tengah deretan stan UMKM dan semangat generasi muda, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir untuk membuka gelaran Pekan Muda Restorasi Seni dan Budaya 2025.
Bagi Pemkot Samarinda, agenda ini bukan sekadar seremoni. Saefuddin menegaskan bahwa acara ini adalah ruang strategis yang mempertemukan dua misi besar, menjaga warisan leluhur sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui peran UMKM.
Salah satu momen hangat dalam acara tersebut adalah saat Saefuddin mengalungkan medali kepada anak-anak dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Para pendekar cilik ini berhasil naik podium di cabang seni bela diri.Penyerahan medali ini menjadi simbol dukungan nyata pemerintah terhadap kedisiplinan dan semangat positif anak muda.
“Ruang kreatif seperti ini harus terus didukung. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya sehat dan berprestasi, tapi juga memiliki akhlak yang mulia,” ujar Wawali.
Tak hanya terpaku pada panggung utama, Saefuddin juga menyempatkan diri “blusukan” menyisir deretan tenda bazar. Sambil berbincang dengan para pedagang, ia meninjau langsung bagaimana geliat ekonomi lokal bergerak di tengah festival budaya.
Menurutnya, integrasi antara seni dan ekonomi adalah kunci. Dengan adanya festival seperti ini, pelaku UMKM mendapatkan panggung untuk memamerkan produk mereka, sementara masyarakat mendapatkan hiburan yang berkualitas.
Melalui Pekan Muda Restorasi, Pemerintah Kota Samarinda menyimpan harapan besar agar kekayaan budaya dan potensi ekonomi lokal makin dikenal luas. Targetnya jelas: membawa nama Samarinda bersinar, tidak hanya di level daerah, tapi juga menembus panggung nasional. (csv)








