Pilar Ditabrak Tongkang, Dishub Kaltim Batasi Kendaraan di Jembatan Mahulu

Rabu, 24 Desember 2025
Kepala Dishub Kaltim, Yusliando

BAIT.ID – Pemprov Kaltim bergerak cepat merespons insiden ditabraknya pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) oleh kapal tongkang pada Selasa pagi 23 Desember 2025. Selain menghentikan sementara aktivitas pelayaran di bawah jembatan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas di jalur atas jembatan.

Langkah ini diambil menyusul hasil pemeriksaan tim teknis Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim yang menyatakan bahwa kondisi struktur jembatan saat ini belum aman untuk menahan beban berat.

Baca juga  Baznas Salurkan Bantuan UMKM di Samarinda, Pemkot Siapkan Kolaborasi Lebih Luas

Kepala Dishub Kaltim, Yusliando, menjelaskan bahwa pembatasan kendaraan akan mulai diterapkan secara efektif pada Kamis, 25 Desember 2025. “Berdasarkan rekomendasi PUPR, kondisi jembatan belum memungkinkan untuk dilalui kendaraan berat. Oleh karena itu, mulai Kamis kami akan membatasi jenis kendaraan yang melintas guna menjaga stabilitas struktur jembatan,” ujar Yusliando pada Rabu 24 Desember 2025.

Dalam skema rekayasa tersebut kendaraan ringan seperti mobil pribadi dan motor masih diperbolehkan melintas seperti biasa. Hanya kendaraan Berat seperti truk dan kendaraan bertonase besar dilarang melintas dan dialihkan ke jalur alternatif.

Baca juga  Borneo FC Alihkan Fokus, Siap Hadapi Duel Panas Kontra Bali United

Kebijakan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kelancaran logistik di Samarinda. Selama ini, Jembatan Mahulu merupakan urat nadi utama bagi kendaraan berat, mengingat truk besar dilarang melintasi jalur tengah kota. Saat ini, Dishub tengah mematangkan jalur alternatif guna mencegah penumpukan kendaraan di titik lain.

Tidak hanya di darat, pengawasan ketat juga dilakukan di area perairan. Yusliando menyoroti rusaknya sistem pengaman jembatan akibat insiden tersebut. “Dua fender (pelindung pilar) di sisi kanan jembatan sudah tidak berfungsi. Hal ini sangat berisiko jika terjadi benturan susulan. Kami ingin memastikan tidak ada kejadian lanjutan yang membahayakan karena sistem perlindungan jembatan saat ini sedang tidak lengkap,” pungkasnya. (csv)

Baca juga  Lubang Tambang Renggut Nyawa Lagi, Demmu Minta Sanksi Tegas Diberlakukan

Bagikan