Tanpa Pengaman Pilar, Jembatan Mahulu Kini dalam Posisi Rawan

Rabu, 31 Desember 2025
Imbas dari tertabraknya Jembatan Mahulu pada awal tahun ini membuat fender pelindung tiang jembatan rusak. Namun PUPR-Pera Kaltim memastikan perbaikan sudah masuk tahap persiapan.

BAIT.ID – Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) saat ini berada dalam kondisi rentan setelah insiden tabrakan kapal yang menghancurkan seluruh sistem pengaman pilar (fender). Tanpa adanya bumper pelindung tersebut, struktur jembatan terancam mengalami kerusakan fatal jika sewaktu-waktu kembali terhantam kapal di tengah arus Sungai Mahakam yang kuat.

Tiga unit fender yang seharusnya melindungi pilar P6 dilaporkan hilang dan rusak total akibat tersapu kapal yang hanyut terbawa arus beberapa waktu lalu. Hilangnya komponen ini menjadi perhatian serius Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim.

Baca juga  SILPA Kaltim Capai Rp 2,59 Triliun, Akan Dialihkan ke APBD Perubahan 2025

“Kapal langsung menghantam pilar karena memang pengamannya sudah tidak ada. Risikonya sangat besar jika kejadian serupa terulang,” ungkap Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, usai rapat koordinasi, pada Selasa 30 Desember 2025.

Meski bagian bawah jembatan dalam kondisi “telanjang”, pemantauan teknis menunjukkan bahwa struktur atas jembatan sejauh ini masih stabil. Tidak ditemukan deformasi atau pergeseran signifikan yang membahayakan kendaraan di atasnya. “Status keamanan lalu lintas di atas jembatan masih dinyatakan normal, namun mitigasi di jalur air menjadi prioritas mendesak,” imbuhnya.

Baca juga  Polemik Jabatan Plt Eselon II Kaltim: Respons Ketua DPRD hingga Target Gubernur

Langkah perbaikan kini bergantung pada tanggung jawab pemilik kapal. Pihak perusahaan dilaporkan telah setuju untuk mengganti seluruh kerusakan melalui klaim asuransi. Rencananya, penandatanganan kesepakatan perbaikan akan dilakukan pada awal Januari 2026 mendatang.

Estimasi perbaikan diperkirakan memakan waktu 3 hingga 4 bulan. Pekerjaan utama adalah pemasangan fender baru dan perbaikan pilar. Tetapi semuanya tetap bergantung pada kelancaran administrasi dan komitmen finansial perusahaan.

Baca juga  137 Rumah di PPU Bakal Diperbaiki PUPR-Pera Kaltim

Untuk sementara, Pemprov Kaltim mendesak pengaturan lalu lintas air yang lebih ketat di sekitar Jembatan Mahulu guna menghindari insiden susulan sebelum pelindung pilar berhasil dipasang kembali. (csv)

Bagikan