BAIT.ID – Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, memberikan sinyal positif terhadap ambisi Pemprov Kaltim dalam membenahi infrastruktur di wilayah pelosok. Fokus utamanya jelas, untuk memastikan akses jalan tidak lagi menjadi barang mewah bagi warga di ujung Kaltim, khususnya di Kabupaten Mahakam Ulu.
Dalam Rapat Paripurna perdana tahun 2026, Jumat 2 Januari lalu, Hasanuddin menekankan bahwa rencana pembangunan jalan hingga ke Mahakam Ulu bukan sekadar proyek rutin, melainkan upaya memutus rantai isolasi wilayah. “Rencana infrastruktur sampai ke Mahakam Ulu itu langkah bagus. Kita upayakan supaya kualitas jalannya tidak (buruk) seperti dulu lagi,” tegas Hasanuddin.
Bagi DPRD, akses jalan yang layak adalah kunci dari dua hal krusial. Pertama soal mobilitas warga agar mempermudah pergerakan masyarakat antarwilayah. Kemudian mendorong peningkatan ekonomi dengan mempercepat distribusi barang dan jasa guna menekan ketimpangan harga dan akses di pedalaman.
Menariknya, sinergi antara legislatif dan eksekutif kali ini akan dibuktikan lewat peninjauan langsung. Hasanuddin menyebut bahwa Gubernur Kaltim telah mengajak seluruh anggota DPRD untuk “turun gunung” ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.
Kabupaten Berau menjadi salah satu destinasi utama dalam agenda peninjauan terdekat. Langkah ini diambil agar para wakil rakyat melihat langsung fakta di lapangan, bukan hanya menerima laporan dari balik meja. “Dalam waktu dekat kami akan ke Berau. Gubernur mengajak kami melihat langsung kondisi wilayah di dapil masing-masing,” tambahnya.
Keterlibatan langsung ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan sinkronisasi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil warga. DPRD Kaltim berkomitmen untuk terus mengawal proyek-proyek strategis ini agar tetap pada jalurnya. Serta memastikan setiap jengkal aspal yang dibangun benar-benar membawa perubahan nyata bagi pemerataan pembangunan di Bumi Etam. (csv)








