BAIT.ID – Kabar baik datang bagi warga Mahakam Ulu (Mahulu). Setelah sekian lama harus berjibaku dengan jalur darat yang menantang, akses dari Tering (Kutai Barat) menuju Ujoh Bilang diproyeksikan bakal mulus total sebelum menutup tahun 2026.
Pemprov Kaltim saat ini tengah mengebut sisa pengerjaan sepanjang 7,65 kilometer yang selama ini dikenal sebagai titik tersulit. Medan yang berat di kawasan tersebut memang menjadi tantangan utama, namun alokasi anggaran sebesar Rp 90 miliar telah disiapkan untuk memastikan proyek ini tidak mangkrak.
Selama ini, mobilitas warga dan distribusi barang ke Mahulu sangat bergantung pada kondisi cuaca. Jika hujan deras, jalur darat seringkali berubah jadi kubangan lumpur yang menghambat pasokan logistik dan membuat ongkos angkut melonjak.
Memiliki Total Panjang 31,53 km, saat ini sepanjang 23,91 km sudah mengeras dengan rigid pavement (beton). Ditargetkan seluruh ruas tuntas dalam 3 hingga 6 bulan ke depan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menginstruksikan Dinas PUPR untuk tidak mengendurkan ritme kerja. Ia menekankan bahwa akses ini adalah urat nadi bagi masyarakat pedalaman yang sudah terlalu lama menanti infrastruktur layak. “Kami tidak boleh menunda. Warga Mahakam Ulu sangat membutuhkan akses jalan yang layak,” ujarnya saat meninjau lokasi, Selasa pekan lalu.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Fitra Firnanda, optimis target tersebut realistis. Meski pengerjaan dilakukan bertahap sejak 2023, tahun 2026 menjadi garis finis untuk menyambungkan seluruh segmen yang terputus.
Jika proyek ini rampung tepat waktu, perjalanan dari Kutai Barat ke Mahakam Ulu tidak hanya akan lebih singkat, tetapi juga jauh lebih aman. Warga tidak perlu lagi khawatir terjebak di tengah hutan hanya karena urusan logistik atau perjalanan rutin. (csv)








