BAIT.ID – Pulau Maratua biasanya dikenal dengan keindahan bawah lautnya, namun Jumat 16 Januari 2026 pagi, keriuhan justru berpindah ke gedung baru SMAN 9 Maratua. Meski kalender menunjukkan tanggal merah, puluhan siswa dan guru tetap memadati sekolah demi menyambut kedatangan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Langkah ini diambil Rudy untuk meninjau langsung fasilitas pendidikan senilai Rp43 miliar yang rampung dibangun tahun lalu. Fasilitas ini menjadi angin segar bagi pendidikan di wilayah kepulauan Berau, mengingat lokasinya yang berada di beranda terdepan Indonesia.
Suasana formal segera mencair saat Rudy melempar kelakar mengenai kehadiran para siswa di hari libur. “Saya senang, walaupun hari ini tanggal merah, semuanya tetap antusias hadir. Rasanya kita sama, bagi kami semua kalender seolah tidak ada warna merahnya,” candanya disambut tawa para siswa.
Rudy berkeliling menyusuri lahan sekolah seluas 13.000 meter persegi tersebut. Di sana berdiri enam ruang kelas yang masing-masing mampu menampung sekitar 30 siswa. Melihat luasnya lahan yang tersedia, Rudy pun mulai memetakan rencana pengembangan tahap berikutnya.
“Lahan ini masih sangat luas. Peluang pengembangannya besar, termasuk rencana pembangunan rumah dinas untuk kepala sekolah dan para guru agar mereka bisa lebih fokus mengabdi di sini,” ungkapnya.
Kunjungan ini jauh dari kesan protokoler yang kaku. Di dalam kelas, Rudy terlibat dialog ringan dengan para pelajar. Mulai dari menanyakan cita-cita hingga memberikan motivasi bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tak lupa, apresiasi berupa hadiah juga diberikan kepada para juara kelas sebagai bentuk penyemangat.
Namun, momen ini juga dimanfaatkan para tenaga pendidik untuk menyampaikan realita di lapangan. Meski gedung sudah megah, para guru mengungkapkan bahwa kenyamanan belajar masih perlu ditingkatkan. Beberapa aspirasi yang muncul seperti kebutuhan pendingin ruangan (AC) untuk menyiasati cuaca pesisir yang terik. Begitu juga soal kebutuhan lemari dan rak buku untuk melengkapi perpustakaan sekolah.
Aspirasi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah provinsi agar investasi puluhan miliar tersebut benar-benar berfungsi maksimal dalam menunjang kualitas belajar-mengajar di pulau terluar Kaltim. (csv)








