Membaca Peluang Industri Manufaktur di Kaltim: Dari Smelter ke Pabrik Motor Listrik

Selasa, 20 Januari 2026
Pemprov Kaltim berencana mendorong berdirinya industri manufaktur motor listrik di Bumi Etam. (ilustrasi)

BAIT.ID – Kaltim kini tak lagi sekadar ingin menjadi lumbung energi fosil. Lewat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM), Pemprov Kaltim mulai serius mengincar sektor manufaktur kendaraan listrik, khususnya roda dua sebagai tulang punggung transformasi ekonomi daerah.

Rencana ini bukan tanpa alasan. Popularitas motor listrik yang kian menanjak di Bumi Etam serta masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi pemantik utama.

Selama ini, Kaltim dikenal sebagai penyedia bahan mentah. Namun, Pembina Industri Ahli Muda DPPKUKM Kaltim, M. Entje Adhar Affan, melihat peluang untuk naik kelas. Kaltim punya modal kuat dengan sektor hulu yang lengkap. “Kaltim punya potensi industri pendukung yang besar, termasuk pengolahan nikel untuk bahan baku baterai. Apalagi smelter sudah tersedia di sini,” ujar Affan dalam sebuah forum konsultasi daerah baru-baru ini.

Baca juga  Kelompok Makanan dan Minuman Salah Satu Penyumbang Inflasi Kaltim

Artinya, Kaltim punya ambisi untuk tidak hanya mengekspor bahan baku, tapi juga mengolahnya menjadi produk akhir, bahkan hingga membangun ekosistem daur ulang baterai motor listrik.

Faktor pendorong paling kuat tentu saja keberadaan IKN. Dengan target penggunaan 100 persen kendaraan listrik di kawasan ibu kota baru, permintaan pasar dipastikan akan meledak.

Baca juga  Kabar Baik untuk Guru Honorer Swasta, Insentif Segera Naik 50 Persen

Bagi pelaku usaha lokal, ini adalah pasar besar yang siap disantap. Peluangnya tidak terbatas pada pabrik perakitan saja, melainkan mencakup hingga ke bengkel spesialis motor listrik. Hingga ke layanan distribusi dan layanan purna jual. Termasuk penyediaan infrastruktur pengisian daya.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menekan emisi karbon. Dengan mengganti kendaraan berbahan bakar fosil ke tenaga listrik, Kaltim mencoba menjawab tantangan keberlanjutan lingkungan yang selama ini menjadi sorotan di daerah pertambangan.

Baca juga  Bijak Bermedia Sosial, Generasi Muda Didorong Kuasai Literasi Digital

Jika rencana manufaktur ini terealisasi, Kaltim berpotensi menjadi hub utama distribusi motor listrik untuk kawasan Indonesia Timur, menggeser ketergantungan ekonomi dari sektor ekstraktif ke industri hijau yang lebih berkelanjutan. (csv)

Bagikan