BAIT.ID – Kondisi pengawasan pertambangan di Kaltim saat ini berada di titik nadir. Dengan statusnya sebagai lumbung energi nasional, Benua Etam justru hanya dikawal oleh 32 orang Inspektur Tambang untuk mengawasi sekitar 200 perusahaan aktif. Ketimpangan ini menciptakan celah besar dalam penegakan aturan di lapangan.
Masalahnya bukan sekadar kekurangan personel. Para pengawas di daerah ini seolah bekerja dengan tangan terikat. Secara struktural, mereka berada langsung di bawah Kementerian ESDM, namun di level daerah, mereka tidak memiliki pejabat struktural maupun kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Dampaknya? Urusan administrasi yang seharusnya sederhana menjadi berbelit-belit. Keputusan pun terpusat, segala surat-menyurat dan kebijakan harus menunggu persetujuan dari Jakarta. Tanpa pejabat struktural di daerah, proses pengambilan keputusan di lapangan berjalan sangat lamban.
Andi Luthfi, salah satu Inspektur Tambang di Kaltim, mengakui hambatan ini. “Kalau ada pejabat struktural di sini, urusan tanda tangan dan administrasi bisa langsung selesai. Sekarang kami masih menunggu pusat,” ujarnya, Senin 19 Januari 2026.
Kejanggalan paling nyata terlihat pada pengelolaan jaminan reklamasi. Meski tambangnya berada di Kaltim, seluruh data mengenai luasan lahan yang telah dibuka maupun yang diklaim sudah direklamasi sepenuhnya dipegang oleh Jakarta.
Mirisnya, para pengawas di Kaltim justru tidak dilibatkan dalam evaluasi dokumen jaminan maupun penilaian lapangan secara mandiri. Mereka hanya bergerak jika ada surat tugas dari pusat. Kondisi ini membuat fungsi kontrol terhadap pemulihan lingkungan pascatambang menjadi sangat lemah dan tidak transparan bagi publik daerah.
Tahun 2026 ini, ada rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sebagai solusi memangkas birokrasi yang gemuk. Kehadiran UPTD diharapkan bisa memberi kemandirian bagi pengawas di Kaltim untuk bergerak lebih lincah tanpa harus selalu menoleh ke Jakarta.
Namun, selama jumlah personel belum ditambah dan keterbukaan data belum diberikan, pengawasan tambang di Kaltim diprediksi akan tetap berjalan di tempat. (csv)








