BAIT.ID – Pemkot Samarinda tengah menggodok cetak biru besar untuk merombak total Pasar Segiri. Namun, dalam pertemuan terbaru di Balai Kota pada Selasa 20 Januari 2026, rencana tersebut tidak langsung disetujui begitu saja. Wali Kota Andi Harun memberikan sejumlah catatan kritis terhadap rancangan Detail Engineering Design (DED) yang dipaparkan tim konsultan.
Bagi Pemkot, revitalisasi ini bukan sekadar urusan memoles bangunan agar terlihat modern, melainkan upaya membenahi penyakit lama pasar tradisional, semrawutnya sirkulasi dan pengelolaan yang bocor.
Dalam evaluasi tersebut, Andi Harun menyoroti desain gerbang utama yang dianggap belum jelas membagi alur aktivitas. Ia meminta pemisahan tegas antara tiga jalur utama. Jalur pengunjung untuk kenyamanan pembeli. Jalur logistik khusus distribusi barang agar tidak beradu dengan langkah kaki warga. Serta jalur darurat sebagai akses krusial yang sering terlupakan dalam desain pasar tradisional.
“Tanpa pembagian teknis yang jelas, potensi konflik fungsi di lapangan sangat besar,” tegasnya. Selain itu, ia mengingatkan agar tidak ada lagi area “abu-abu” di pasar. Semua harus terbagi dalam zona transisi dan area servis yang tersembunyi, termasuk manajemen limbah yang selama ini menjadi momok bagi pasar rakyat.
Satu poin menarik yang ditekankan adalah soal efektivitas bangunan. Pemkot tidak ingin Pasar Segiri berakhir menjadi gedung megah yang sepi penghuni. Andi Harun secara blak-blakan menyinggung risiko pembangunan tanpa kajian okupansi atau daya tampung yang matang.
“Jangan sampai pasar terlihat megah tapi kosong. Akibatnya, muncul praktik sewa ilegal yang merugikan negara,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyoroti aspek mobilitas. Ia mengusulkan konsep parkir menyebar untuk memecah penumpukan kendaraan di satu titik. Baginya, akses masuk dari berbagai arah dan ketersediaan hydrant sesuai standar keselamatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Revitalisasi Pasar Segiri diposisikan sebagai proyek strategis. Di balik semen dan beton yang akan dibangun, ada pertaruhan soal tata kelola keuangan daerah dan keberlanjutan ekonomi pedagang.
Seluruh masukan dari rapat evaluasi ini kini dikembalikan kepada tim konsultan untuk disempurnakan. Harapannya, wajah baru Pasar Segiri nantinya benar-benar bisa menjawab kebutuhan warga Samarinda, bukan hanya menjadi pajangan infrastruktur semata. (csv)








