BAIT.ID – Berulangnya insiden tongkang batu bara yang menabrak pilar jembatan memicu respons tegas dari legislatif. DPRD Kaltim secara resmi mendukung langkah pembersihan tambatan ilegal atau buoy di sepanjang jalur Sungai Mahakam guna menjamin keselamatan pelayaran.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan bahwa keberadaan titik tambat yang tidak berizin tersebut menjadi hambatan serius bagi ruang gerak kapal. Sterilisasi jalur sungai dinilai sudah mendesak untuk dilakukan.
“Kami merekomendasikan agar buoy-buoy tersebut segera dibersihkan. Keberadaannya menghambat alur lalu lintas dan menyulitkan manuver kapal di sungai,” ujar Sabaruddin dalam Rapat Koordinasi bersama Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, Rabu 28 Januari 2026.
Desakan ini berkaca pada insiden terbaru yang terjadi pada Minggu 25 Januari 2026 pagi. Sebuah ponton menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) setelah tali tambatan pada buoy ilegal tersebut putus. Akibat arus sungai yang deras, kapal pandu kehilangan kendali sehingga tabrakan tidak dapat terhindarkan.
Sabaruddin meminta aparat penegak hukum tidak segan mengambil tindakan lapangan. Menurutnya, keberadaan tambatan liar ini sudah lama menjadi keluhan para pengguna jasa transportasi air.
Menyikapi situasi tersebut, KSOP Samarinda tengah menggodok skema baru untuk meminimalisir risiko serupa, di antaranya membuka akses pengolongan 24 Jam, izin melintas di bawah jembatan secara penuh dengan pengawasan ketat. Sistem pandu pun dibuat berlapis, serta peningkatan patroli bersama antar-instansi secara rutin.
“Apa pun keputusan teknis dari KSOP, kami di legislatif akan mendukung penuh selama itu sesuai aturan dan demi keamanan publik,” imbuh Sabaruddin.
Terkait kerusakan infrastruktur pada Jembatan Mahulu, Sabaruddin menegaskan bahwa pihak perusahaan pemilik tongkang harus memikul tanggung jawab penuh. Berdasarkan laporan yang diterima, perusahaan terkait telah menyatakan kesanggupannya untuk melakukan perbaikan. “Pihak penabrak wajib bertanggung jawab. Sejauh ini laporan yang kami terima menunjukkan komitmen mereka untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya. (csv)








