BAIT.ID – Pemkot Samarinda kian serius menggarap rencana pembangunan Pelabuhan Multipurpose. Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi mesin baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat struktur APBD Kota Tepian dalam jangka panjang.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan ini bukan sekadar mengejar pembangunan fisik atau infrastruktur semata. Lebih dari itu, langkah ini merupakan visi strategis untuk menciptakan kemandirian fiskal agar daerah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dinamika ekonomi nasional.
“Kenapa saya ingin pelabuhan multipurpose? Karena saya ingin menaikkan fiskal APBD Kota Samarinda,” ujar Andi Harun dalam Rapat Pembahasan Rencana Titik Lokasi Terminal Multipurpose di Ruang Rapat Wali Kota, baru-baru ini.
Potensi ekonomi yang dihasilkan dari sektor kepelabuhanan ini dinilai sangat masif. Andi Harun memberikan gambaran bahwa nilai bisnis di sektor ini memiliki margin yang signifikan bagi kas daerah. “Ini besar sekali pendapatannya. Bisnis di sini tidak main-main. Satu kapal saja diprediksi bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp1 miliar per bulan,” imbuhnya.
Dengan status pelabuhan yang bersifat multi-purpose (serbaguna), fasilitas ini nantinya diharapkan mampu melayani berbagai jenis komoditas. Hal ini krusial agar struktur APBD Samarinda menjadi lebih sehat dan tidak rentan terhadap fluktuasi kebijakan dana transfer dari pemerintah pusat.
Menariknya, Andi Harun menekankan bahwa proyek ini dirancang sebagai warisan ekonomi bagi kepemimpinan Samarinda di masa depan. “Saya berpikir bukan hanya untuk periode saya. Siapapun wali kota yang memimpin nanti, struktur APBD kita harus sudah kuat dan sehat,” pungkasnya optimistis. (csv)








