BAIT.ID – Borneo FC Samarinda enggan terbuai dengan tren negatif yang sedang menyelimuti calon lawannya, PSIM Jogjakarta. Menjelang bentrokan di Stadion Segiri pada Minggu 1 Februari 2026, entrenador Pesut Etam, Fabio Lefundes, justru menginstruksikan anak asuhnya untuk ekstra waspada.
Meski Laskar Mataram baru saja luluh lantak setelah dihajar Persebaya tiga gol tanpa balas di kandang sendiri, Lefundes menilai hal itu bukan jaminan laga akan berjalan mudah. Baginya, tim yang sedang terluka justru memiliki potensi bahaya yang lebih besar.
“Ya, saya tahu PSIM baru saja kalah 3-0 di kandang. Namun, dalam kondisi terdesak seperti ini, mereka bisa saja memiliki motivasi berlipat ganda untuk bangkit. Luka itu yang harus kita antisipasi,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Bermain di hadapan publik sendiri menjadi peluang besar yang ingin dimaksimalkan oleh Lefundes. Ia menuntut konsistensi dan kerja keras dari Peralta dkk demi mengamankan tiga poin krusial di markas kebesaran warga Samarinda.
Fokus Utama adalah tetap mengantisipasi kebangkitan mental PSIM. Misi yang diusung jelas untuk mengambil poin maksimal di laga kandang. Kerja keras pun diminta Lefundes kepada anak asuhnya, ditambah dukungan penuh suporter.
“Kita harus bisa memetik poin maksimal di depan pendukung kita sendiri. Pemain wajib bekerja keras dan memberikan performa terbaik di atas lapangan. Tidak ada ruang untuk bersantai,” pungkasnya dengan nada optimis. (csv)








