BAIT.ID – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Pemkot Samarinda mulai mematangkan langkah untuk memastikan ibadah umat muslim berjalan tenang. Dalam rapat koordinasi di Kantor BPKAD, Rabu 4 Februari 2026, sejumlah poin krusial menjadi sorotan utama, mulai dari hiburan malam hingga pengelolaan zakat.
Menjaga Kekhusyukan di Kota TepianSalah satu langkah tegas yang diambil adalah rencana penutupan Tempat Hiburan Malam (THM) sepanjang bulan suci. Plh Sekretaris Daerah Samarinda, Marnabas Pattiroy, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan bagi warga yang sedang beribadah. “Ini komitmen kita untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh kekhusyukan,” ujar Marnabas di hadapan perwakilan lintas instansi, termasuk Polresta dan MUI Samarinda.
Bukan hanya soal penertiban, Pemkot juga fokus pada aspek sosial. Tahun ini, Gerai Zakat akan disebar di berbagai titik strategis di seluruh wilayah Samarinda. Tujuannya sederhana, mempermudah warga untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah tanpa harus menempuh jarak jauh. Harapannya, bantuan ini bisa terdistribusi lebih merata bagi warga yang membutuhkan tepat di momen lebaran nanti.
Mengingat antusiasme warga Samarinda yang biasanya tumpah ruah saat malam kemenangan, aturan mengenai takbir keliling juga mulai digodok. Pemkot bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP berupaya mencari titik tengah agar tradisi religius ini tetap berjalan meriah namun tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan atau memicu kemacetan parah.
Beberapa poin utama rapat antara lain penutupan THM yang direncanakan tutup total selama Ramadan demi toleransi. Untuk keamanan sinergi antara Satpol PP dan Polresta Samarinda diperketat. Perluasan titik Gerai Zakat untuk memudahkan masyarakat. Serta merumuskan ketertiban aturan baru untuk takbiran keliling agar tetap aman. (csv)








