Penyedia Layanan Pastikan Dukung Program Internet Desa

Minggu, 31 Agustus 2025
Perwakilan penyedia layanan internet menyampaikan komitmennya mendukung program unggulan Pemprov Kaltim memasang internet desa.

BAIT.ID – Salah satu program unggulan Pemprov Kaltim adalah penyediaan internet desa. Langkah ini bahkan mendapat dukungan dari empat penyedia layanan internet. Komitmen kuat pun terbangun meski banyak kendala saat di lapangan.

Empat penyedia layanan tang dimaksud adalah PT Telkom, Telkomsel, PLN Icon Plus dan Comtelindo. Penerapan teknologinya juga beragam, mulai dari fiber optik, wireless, hingga VSAT satelit. Pemanfaatan panel surya juga dipakai untuk desa yang belum teraliri listrik.

Baca juga  Kaltim Matangkan Peta Jalan Menuju Transformasi Digital Pemerintahan

Direktur Comtelindo Balikpapan, Hariyanto, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh upaya Pemprov Kaltim dalam menyediakan internet desa. Meski banyak kendala untuk proses pemasangan jaringan internet, tapi ia melihat itu sebagai sebuah tantangan. “Ini pengalaman baru bagi kami, tentu ini juga membantu kami untuk mengembangkan teknologi yang ada,” ujar Hariyanto.

Sementara itu, Account Group Telkomsel Area Kaltim, Bonita Losparingi, juga mengatakan hal serupa. Meski pihaknya menjadi yang terbanyak dengan memasang di 333 desa. Bukan berarti tanpa hambatan. Khususnya di wilayah desa yang tidak memiliki listrik. “Selain memakai fiber optik, kami siapkan layanan orbit mobile memakai sinyal GSM telkomsel,” ucap Bonita.

Baca juga  Diskominfo Kaltim Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi Digital

Diketahui, hingga akhir Agustus 2025, internet desa sudah terpasang di 441 desa atau 52 persen dari total 841 desa di Kaltim. Saat ini dipriroitaskan satu titik di tiap desa terlebih dahulu. Jika anggaran memungkinkan, secara bertahap akan ditambah. Fokus titik pemasangan pun ditempatkan di pelayanan publik seperti kantor desa, puskesmas dan sekolah.

Baca juga  Pemprov Kaltim Bagikan Seragam Putih Abu-Abu Gratis bagi 65 Ribu Siswa Baru

“Internet dipasang di kantor desa dengan kapasitas hingga 100 Mbps berbasis fiber optik dan biayanya ditanggung Pemprov sampai lima tahun ke depan,” jelas Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. (csv)

Bagikan