BAIT.ID – Isu adanya kewajiban bagi sekolah membeli buku biografi Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mencuat di publik dan menuai perhatian. Menanggapi hal itu, Hasanuddin menegaskan dirinya tidak tahu-menahu terkait penjualan buku tersebut ke sekolah-sekolah.
Hasanuddin menjelaskan, buku biografi itu sejatinya dibuat untuk kepentingan pribadi dan diterbitkan beberapa tahun lalu. Ia menepis anggapan bahwa ada upaya menjual atau mewajibkan sekolah membeli bukunya.
“Itu buku biografi saya. Dicetak pertama sekitar tahun 2020 atau 2021. Saya tidak tahu kalau sekarang dijual. Saya juga tidak dapat royalti,” ucap Hasanuddin saat ditemui.
Menurutnya, buku itu sempat dibaca oleh Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, yang kemudian tertarik memperbanyak karena dianggap mengandung pesan inspiratif. Namun, Hasanuddin menegaskan tidak ikut campur dalam teknis penyebaran maupun penjualannya.
“Kalau ternyata bisa menginspirasi anak-anak muda, saya bersyukur. Tapi kalau sampai dijual di sekolah-sekolah, saya tidak tahu. Malah baru dengar dari teman-teman media,” tegasnya.
Hasanuddin juga memastikan tidak akan menuntut royalti atas bukunya. “Dibaca saja sudah syukur,” tutupnya. (csv)








