Arakan Pompong, Tradisi Laut Suku Duano yang Jadi Daya Tarik Wisata Jambi

Rabu, 15 Oktober 2025
Tradisi arakan Pompong oleh suku Duano di Jambi jadi salah satu destinasi wisata yang layak di kunjungi. (istimewa)

BAIT.ID – Suku Duano di pesisir timur Jambi mempertahankan tradisi arakan pompong sebagai bagian dari identitas budaya mereka. Tradisi ini menjadi agenda utama dalam Festival Bedak Sejuk Duano yang digelar pada Juli 2024 di Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Arakan pompong melibatkan seluruh masyarakat suku Duano, dari anak-anak hingga orang dewasa. Tradisi ini menjadi simbol perjalanan leluhur mereka yang dahulu bermigrasi dari pesisir Riau menuju Tanjung Jabung Timur menggunakan pompong sebagai alat transportasi utama.

“Suku Duano memiliki hubungan erat dengan pompong. Perahu kecil ini lebih dari sekadar alat transportasi. Melalui tradisi arakan pompong, masyarakat mengenang asal-usul mereka dan peran laut sebagai sumber kehidupan,” kata Ketua Komunitas Bedak Sejuk Duano, Vivi Helmalia Putri.

Baca juga  Bukan Balapan, Ujian Terberat Fast & Furious Adalah Anggaran Produksi

Kegiatan arakan pompong berlangsung di perairan sekitar pemukiman suku Duano di Kampung Laut, Lorong Trio Perkasa, Kelurahan Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi. Lokasi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam dari Kota Jambi melalui jalur darat maupun sungai.

Kampung Laut dikenal sebagai perkampungan nelayan dengan rumah panggung yang berdiri di atas air laut. Pompong dan sampan-sampan terikat di tiang kayu nibung, menjadi pemandangan khas yang mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir.

Baca juga  Tinutuan, Semangkuk Kehangatan dari Tanah Minahasa

Bagi masyarakat suku Duano, pompong bukan sekadar perahu bermesin. Perahu kayu ini menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, terutama saat melaut untuk mencari ikan dan kerang sumbun. Banyak nelayan menghabiskan berhari-hari di atas pompong saat mencari hasil laut. “Pompong bukan hanya alat transportasi, tapi rumah kedua bagi mereka,” ujar Vivi.

Festival Bedak Sejuk Duano tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga sarana memperkenalkan budaya suku Duano kepada masyarakat luas. Dalam festival ini, wisatawan dapat menyaksikan lomba pompong, mencicipi kuliner khas, mencoba bedak sejuk, dan berinteraksi langsung dengan warga setempat.

Baca juga  Baru Trailer Perdana, Playdate Langsung Mencuri Perhatian

“Festival Bedak Sejuk Duano diisi berbagai kegiatan seperti lomba membelah ikan gulama, lomba menghias tongkah, pawai bedak sejuk, pentas seni, dan arakan pompong. Selama beberapa hari, kegiatan ini dihadiri sekitar 3.000 pengunjung,” tambah Vivi.

Melalui festival ini, masyarakat suku Duano berupaya menjaga warisan leluhur sekaligus membuka ruang interaksi budaya dengan dunia luar. (csv)

Bagikan