BAIT.ID – Arus informasi di era digital membawa tantangan serius bagi aparatur negara. Hoaks yang menyebar cepat di media sosial berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik bila tidak ditangani dengan bijak. Menyadari hal itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim menggelar pelatihan Wawasan Kebangsaan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltim.
Sekretaris Kesbangpol Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, menegaskan ASN tidak boleh ikut-ikutan menyebarkan kabar palsu. Menurutnya, citra pemerintah bisa runtuh jika aparatur justru menjadi bagian dari masalah. “ASN harus menjadi penyaring informasi, bukan penyebar hoaks. Mereka dituntut menjadi agen literasi digital sekaligus perekat persatuan bangsa,” tegas Firdaus.
Ia menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya serangan informasi menyesatkan. ASN disebutnya bukan hanya pelayan publik, melainkan juga penjaga wibawa negara.
Ia juga menambahkan pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman Pancasila serta membangun kapasitas ASN agar bekerja dengan integritas.
Sebanyak 150 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir dalam kegiatan ini. Narasumber yang dihadirkan pun beragam, mulai dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, penyuluh antikorupsi Inspektorat Samarinda, hingga praktisi media.
Pelatihan juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Ikatan Alumni Lemhannas Kaltim dan Kesbangpol Kaltim terkait program penguatan ideologi Pancasila serta Wawasan Kebangsaan di Bumi Etam. (csv)








