Atasi Banjir Loa Janan Ilir, Samarinda Siapkan Rp5 Miliar untuk Proyek Sodetan

Jumat, 2 Januari 2026
Rencananya kawasan Loa Janan Ilir akan dibuat sodetan kanal untuk mengalihkan aliran air. Harapannya bisa mengurangi banjir yang terjadi di kawasan tersebut. (istimewa)

BAIT.ID – Kelurahan Simpang Tiga dan Tani Aman di Loa Janan Ilir sering kali harus bergelut dengan masalah banjir yang tak kunjung usai. Sebagai solusi konkret, Pemkot Samarinda kini mematangkan rencana teknis untuk memecah kebuntuan aliran air melalui pembangunan sodetan di Jalan Soekarno-Hatta KM 1.

Langkah ini diambil setelah tim gabungan dari Dinas PUPR Samarinda, BWS, hingga tim akselerasi pembangunan (TWAP) turun langsung ke lapangan untuk memetakan titik masalah di akhir tahun lalu.

Baca juga  Pantang Lengah, Borneo FC Usung Mentalitas 'Final' di Tiap Laga

Sodetan pilih mengingat saat ini, beban air di kawasan tersebut hanya bertumpu pada satu jalur utama. Rencananya, sodetan sepanjang 600 meter ini akan berfungsi sebagai kanal penghubung antara Sungai Loa Lah dan Sungai Loa Janan.

Dengan lebar sekitar enam meter, sodetan ini akan membagi volume air agar tidak menumpuk di satu tempat, melainkan langsung dialirkan menuju muara Sungai Mahakam. “Fokus utama kita adalah membangun outlet tambahan ini agar aliran air terbagi. Ini langkah awal yang paling memungkinkan untuk segera dieksekusi,” ujar Darmadi, Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Samarinda.

Baca juga  Dramatis di Segiri! Gol Telat Koldo Obieta Bawa Borneo FC Terkam PSIM Yogyakarta

Target Pengerjaan di Tahun 2026.Untuk mewujudkan proyek ini, Pemkot Samarinda telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut difokuskan untuk memulai pengerjaan fisik badan sodetan.

Namun, pengerjaan ini bukan tanpa tantangan. Begitu sodetan rampung dan air mulai mengalir deras ke Sungai Loa Janan, pemerintah juga harus memikirkan penguatan tebing sungai. Hal ini penting untuk memastikan struktur tanah di sekitar pemukiman warga tetap aman dari pengikisan arus.

Baca juga  Bangun Basis Data yang Kuat, Samarinda Pererat Sinergi dengan BPS

Meskipun sodetan menjadi prioritas utama, pemerintah tidak menutup mata jika debit air tetap tinggi. Darmadi menyebutkan bahwa jika pembangunan kanal ini belum cukup meredam banjir, opsi berikutnya adalah pembangunan kolam retensi. “Kami konsentrasikan dulu ke sodetan. Kalau nanti ternyata masih ada genangan, berarti kita memang butuh tambahan kolam retensi di titik tertentu,” pungkasnya. (csv)

Bagikan