BAIT.ID – Seiring meningkatnya aktivitas di penerbangan di langit Samarinda, kenyamanan dan keselamatan di darat kini menjadi prioritas utama. Pemkot Samarinda tengah mengkaji serius usulan perluasan area Bandar Udara APT Pranoto guna merespons lonjakan jumlah penumpang yang kian padat.
Rencana ini mencuat dalam pertemuan antara Pemkot Samarinda dengan pihak Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto, Rabu 7 Januari 2026 pekan lalu. Inti dari usulan ini bukan sekadar memperbesar bangunan, melainkan memperkuat aspek keselamatan (safety) yang selama ini menjadi standar krusial penerbangan internasional.
Kepala UPBU APT Pranoto, Kadek Yudisastrawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan frekuensi penerbangan menuntut adanya ruang ekstra di sisi kiri dan kanan landasan pacu (runway). “Area keselamatan ini berfungsi untuk meminimalkan risiko jika terjadi kendala teknis saat pesawat lepas landas maupun mendarat,” jelas Kadek.
Singkatnya, semakin tinggi aktivitas bandara, semakin besar pula ruang yang dibutuhkan landasan untuk menjamin operasional yang aman bagi setiap maskapai dan penumpang.
Mewakili Pemkot Samarinda, Asisten Administrasi Umum Ali Fitri Noor memberikan lampu hijau terhadap rencana pengembangan ini. Namun, ia memberikan catatan penting terkait rencana tersebut. Pertama soal kepatuhan regulasi, seluruh proses pengadaan lahan harus sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku. Kemudian pada aspek sosial, Pemkot ingin memastikan bahwa pengembangan bandara tidak merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
Dengan dukungan ini, Bandara APT Pranoto diharapkan tidak hanya menjadi pintu gerbang yang sibuk, tetapi juga fasilitas transportasi yang memenuhi standar keamanan global. (csv)








