BAIT.ID – Banyak pengguna Xiaomi dan Redmi mengeluhkan baterai cepat habis setelah memperbarui sistem ke HyperOS atau Android versi terbaru. Tapi tenang, ini bukan tanda kerusakan perangkat, melainkan proses adaptasi sistem.
Begitu pembaruan besar dilakukan, sistem internal melakukan optimalisasi intensif: pembersihan cache lama, rekalibrasi AI, sinkronisasi data, dan pembaruan layanan sistem. Aktivitas ini memaksa CPU dan RAM bekerja ekstra, sehingga baterai cepat terkuras dan ponsel terasa lebih hangat selama 2–3 hari pertama.
Dilansir dari Xiaomi Time, ada beberapa langkah yang bisa diambil pengguna untuk mengatasinya. Pertama beri waktu adaptasi 48–72 jam. Gunakan ponsel seperti biasa dan jangan menarik kesimpulan terburu-buru. Kemudian lakukan restart berkala untuk mempercepat proses latar belakang, serta perbarui semua aplikasi melalui Play Store.
Kemudian cek aplikasi boros daya di fitur Settings kemudian masuk ke Baterai & Performa terus ke Penggunaan Baterai. Hapus atau nonaktifkan yang tak perlu. Jangan lupa aktifkan tools mode hemat baterai dan matikan GPS, Bluetooth, atau sinkronisasi otomatis jika tidak dipakai.
Jika baterai tetap boros setelah 3–5 hari, pengguna bisa wipe cache partition via mode recovery atau reset pengaturan sistem (tanpa hapus data).
Perlu dicatat, efek pembaruan bisa berbeda pada setiap perangkat tergantung usia baterai, model, dan jumlah aplikasi. Biasanya, performa baterai akan stabil kembali setelah proses adaptasi selesai. BAIT.ID








