Borneo FC: Kolektivitas Tanpa Batas Sang Penguasa Takhta

Kamis, 8 Januari 2026
Kontribusi untuk tim Borneo FC dipastikan merata dan tidak bergantung satu atau dua pemain semata. (istimewa)

BAIT.ID – Borneo FC terus membuktikan diri mengapa mereka layak menyandang status sebagai pemuncak klasemen Liga 1 musim ini. Hingga pekan ke-16, armada berjuluk Pesut Etam tersebut masih kokoh di puncak singgasana dengan koleksi 37 poin. Hasil dari 12 kemenangan, satu kali imbang, dan hanya tiga kali menelan kekalahan.

Perjalanan anak-anak Samarinda musim ini bak roller coaster yang mendebarkan. Sempat tampil perkasa dengan menyapu bersih poin sempurna di sebelas laga awal, dominasi mereka sempat goyah saat rekor tak terkalahkan dipatahkan Bali United di pekan ke-12. Borneo bahkan sempat melewati periode sulit dalam tiga partai beruntun tanpa kemenangan.

Baca juga  Pemkot Samarinda dan Pertamina Sepakat Perkuat Jaminan Energi Warga

Namun, mentalitas juara berbicara. Pasukan Fabio Lefundes kembali menemukan sentuhan emas mereka di laga terakhir pekan ke-16 pada 3 Januari 2026 lalu. Menghadapi PSM Makassar, Borneo FC sukses memetik poin penuh lewat kemenangan tipis 2-1 sekaligus memutus tren negatif mereka.

Secara statistik, Borneo FC adalah ancaman nyata di depan gawang. Dengan koleksi 31 gol, mereka kini masuk dalam daftar tim terproduktif di liga, hanya terpaut tipis satu gol dari Malut United dan Persija Jakarta. Tak hanya tajam di depan, benteng pertahanan mereka pun terbilang karang. Baru kebobolan 14 gol dan mencatatkan tujuh clean sheet membuktikan betapa sulitnya menembus pertahanan tim kebanggaan warga Samarinda ini.

Baca juga  Borneo FC Fokus Pulihkan Fisik, Lefundes Gas Lagi Usai Libur Panjang

Satu hal yang menarik adalah distribusi gol yang sangat merata. Meski Mariano Peralta memimpin daftar top skor internal dengan 9 gol, ancaman gol Borneo FC bisa datang dari mana saja. Ada Joel Vinicius dengan 7 Gol, Douglas Coutinho mengoleksi 5 Gol serta gelandang Juan Villa sudah mencetak 4 Gol.

Keberhasilan ini tak lepas dari filosofi kolektivitas yang ditanamkan sang juru taktik, Fabio Lefundes. Pelatih asal Brasil tersebut menepis anggapan bahwa timnya hanya bergantung pada individu tertentu.

“Ini membuktikan tidak ada pemain yang bersinar sendirian di tim ini. Karena kami tidak memiliki pahlawan, maka kami juga tidak punya penjahat. Saat kami bermain buruk, tidak adil menyalahkan satu orang saja. Semua adalah hasil kerja tim,” tegas Lefundes dengan lugas.

Baca juga  DPRD Samarinda Kecewa, Kontraktor Terowongan Lakukan Uji Beban Tanpa Pemberitahuan

Senada dengan sang pelatih, sang mesin gol Joel Vinicius yang baru saja mencetak brace ke gawang PSM, menegaskan bahwa kepentingan tim adalah segalanya. “Kadang saya mencetak gol, di waktu lain saya memberikan assist. Yang terpenting adalah tim menang karena kami bekerja bersama-sama di lapangan,” ujar Vinicius.

Dengan satu laga tersisa sebelum putaran pertama berakhir, Borneo FC berpeluang besar mengunci gelar juara paruh musim jika mampu mempertahankan konsistensi permainan kolektif mereka. (csv)

Bagikan