BPBD Kaltim Perketat Koordinasi Lintas Sektor Guna Redam Risiko Bencana Hidrometeorologi

Kamis, 18 Desember 2025
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Yasier

​BAIT.ID – Meski istilah “bencana hidrometeorologi” mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim menegaskan bahwa ancaman ini nyata dan mengintai wilayah Bumi Etam. Menyikapi hal tersebut, BPBD Kaltim kini memperketat koordinasi lintas sektor di seluruh kabupaten/kota menjelang penghujung tahun 2025.​

Bencana hidrometeorologi sendiri merupakan bencana yang dipicu oleh dinamika cuaca, seperti anomali curah hujan, siklus hidrologi, temperatur, hingga kelembapan udara. Bentuknya bisa berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga badai yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa dan materi.

Baca juga  Pasar Pagi Samarinda Bersiap Beroperasi, Pemerintah Tata Ulang Jalan Gajah Mada

​​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Yasier, mengungkapkan bahwa penguatan kesiapsiagaan dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini melibatkan berbagai perangkat daerah dan instansi yang berfokus pada perlindungan lingkungan serta pengelolaan ekosistem.​

“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan melalui upaya terpadu agar respons di lapangan nantinya jauh lebih efektif dan cepat,” ujar Yasier belum lama ini.

Baca juga  BKD Kaltim Masih Tunggu Instruksi KemenPAN-RB Soal Honorer Non-Database

Saat ini, seluruh kabupaten dan kota di Kaltim telah menetapkan status siaga. Posko-posko penanganan bencana pun telah disiagakan di setiap kantor BPBD daerah untuk memastikan langkah penanganan berjalan terarah dan dampak pada masyarakat dapat diminimalisir.​​

Merujuk pada prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem di Kaltim diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir tahun 2025. Yasier mencatat bahwa beberapa wilayah, seperti Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, saat ini sudah mulai terdampak banjir.​

Baca juga  Akhir Oktober, Langit Kaltim Diprediksi Lebih Sering Turun Hujan

Mengingat risiko yang ada, Yasier menekankan bahwa kesiapan pemerintah saja tidak cukup. Peran aktif masyarakat menjadi faktor krusial dalam mitigasi bencana. ​“Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci utama dalam pengurangan risiko. Kami mengimbau warga untuk terus memantau informasi resmi dari instansi berwenang dan segera menyiapkan langkah antisipatif guna menghadapi kemungkinan terburuk,” tutupnya. (csv)

Bagikan