Brida Kaltim Atur Ulang Strategi: Anggaran Terpangkas, Inovasi Tetap Jalan

Kamis, 18 Desember 2025
Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah

BAIT.ID – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim kini tengah beradu strategi. Adanya kebijakan efisiensi anggaran di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memaksa Brida untuk memetakan ulang program-program prioritasnya agar tetap tajam meski dengan ruang gerak fiskal yang lebih sempit.

Langkah penyesuaian untuk tahun anggaran 2026–2027 ini sedang dimatangkan bersama DPRD Kaltim. Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah, menjelaskan bahwa meski anggaran mengalami penyusutan, fokus utama tetap pada riset yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. “Intinya, kami ingin memastikan agenda riset dan inovasi Brida tetap berjalan efektif dan relevan dalam dua tahun mendatang,” ujar Fitriansyah, Kamis 18 Desember 2025.

Baca juga  Pemprov Kucurkan Rp 4 Miliar untuk Penanganan Abrasi Pantai Biduk-Biduk

Secara angka, Brida Kaltim diproyeksikan mengelola anggaran sekitar Rp19 miliar pada tahun 2026. Nilai ini menurun cukup signifikan dibandingkan rencana awal yang dipatok sebesar Rp24 miliar.

Penurunan pagu anggaran ini menuntut Brida untuk lebih selektif. Namun, Fitriansyah menegaskan bahwa keterbatasan dana bukan alasan untuk mengendurkan semangat inovasi daerah.

“Kami terus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi. Tujuannya agar hasil riset tidak hanya berakhir sebagai tumpukan kertas, tetapi benar-benar diaplikasikan sebagai solusi konkret untuk persoalan daerah dan pengembangan potensi unggulan Kaltim,” imbuhnya.

Baca juga  Tambang Ilegal Makin Berani, Pendapatan Kaltim Tergerus

Beberapa program unggulan dipastikan akan terus berlanjut demi menjaga kesinambungan manfaat jangka panjang. Seperti di sektor kesehatan ada pengembangan Haruan Oil Plus sebagai produk lokal untuk penanganan stunting. Kemudian di sektor pertanian ada inovasi mesin pencacah rumput guna mendukung produktivitas petani.

Sementara di sektor transportasi dan pariwisata sesang dikembangkan riset pengangkutan laut dan pengembangan kapal wisata berbasis listrik. Khusus untuk kapal wisata listrik, Fitriansyah menyebutkan bahwa uji coba awal telah sukses dilakukan di polder. “Untuk tahapan awal, kami berharap teknologi ini bisa segera diaplikasikan di perairan Sungai Karang Mumus,” pungkasnya. (csv)

Baca juga  Ketersediaan Lahan Terbatas, Kaltim Tetap Pacu Pencetakan Sawah Baru

Bagikan